Saat terjebak di ayunan, Louise sangat malu dan khawatir ayunan tersebut akan retak. Sebab, rantai ayunan ketat sekali terasa di kedua pinggulnya. Melihat kejadian ini pun putri Louise yang berusia 8 tahun, Megan juga sangat malu. Setelah berhasil keluar dari ayunan, Louise berpikir ia harus melakukan sebuah perubahan. Ia pun mulai mengurangi asupan kalori hariannya.
"Dulu saya suka ngemil keripik, tapi kebiasaan itu mulai saya kurangi perlahan. Lauk berlemak yang biasa jadi sajian makan malam pun pelan-pelan saya ganti dengan daging tanpa lemak, ayam tanpa lemak, dan sayur yang diperbanyak. Saya juga rutin olahraga atau minimal terus bergerak untuk membakar kalori," tutur Louise.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya senang sudah bisa jadi ibu yang aktif dan sehat serta layak untuk putri saya. Sekarang, saya berolahraga rutin lima kali seminggu dan dengan kisah diet ini saya berusaha menginspirasi perempuan lain," kata wanita yang kini menjadi konsultan di Slimming World ini, dikutip dari Mirror, Jumat (23/1/2015).
Perubahan gaya hidup Louise ternyata juga berdampak positif pada sang suami, Peter. Dulunya, Louise dan Peter selalu membeli junk food ketika mereka bepergian. Tapi kini, Louise lebih sering memasak sendiri di rumah dengan pilihan makanan rendah kalori dan bergizi. Hasilnya, bobot Peter turun 60 kg dari berat sebelumnya 120 kg.
"Ini merupakan bonus bagi saya dan sangat menyenangkan karena saya bisa membuat suami juga lebih sehat. Saat ini saya suka sekali olahraga dan merasa bahagia karena bisa menggunakan pakaian yang saya sukai karena ukurannya tersedia. Bangun dari duduk pun saya tidak ngos-ngosan lagi," tutur Louise.
(rdn/vit)











































