Saat berusia 18 tahun, Liz senang sekali mengoperasikan ponselnya dengan tujuan agar selalu dekat dengan teman-temannya. Ia pun ingin selalu update soal informasi di media sosial. Hingga suatu pagi, Liz sedang asyik mengendarai mobilnya.
"Tiba-tiba ada sebuah SMS dan saya mencoba untuk membalasnya. Tapi siapa sangka, membalas SMS justru membuat saya tidak fokus menyetir dan terjadilah kecelakaan itu," tutur Liz, dikutip dari redbookmag, Selasa (27/1/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir saya tak terkalahkan tapi saya benar-benar salah. Sekarang, saat duduk di bangku kuliah saya tidak punya teman, hanya sedikit sekali yang mau tetap berteman dengan saya," kisah Liz.
Kondisi ini juga membuat sang ibu, Betty merasa sedih. terkadang, putrinya suka bertanya 'tak adakah seseorang yang mau pergi bersama saya, ke pesta, jalan-jalan, atau sekadar main bowling?'. Pertanyaan Liz itu membuat hati Betty sedih.
Dikatakan Betty, sebelum terjadi insiden itu, Liz sempat berjanji pada dirinya untuk tidak menggunakan ponsel saat sedang mengendarai mobil. Tetapi, nyatanya Liz tetap menggunakan ponsel saat ia menyetir.
"Jika Anda harus memakai ponsel, jangan mengemudi. Jika Anda mengemudi, jangan menggunakan ponsel. Hanya karena hal sepele membalas SMS atau telepon saat menyetir, nyawa Anda-lah taruhannya," tutur Betty.











































