1 Dari 3 Orang Pilih Meninggal Lebih Muda Daripada Minum Obat Tiap Hari

1 Dari 3 Orang Pilih Meninggal Lebih Muda Daripada Minum Obat Tiap Hari

- detikHealth
Kamis, 05 Feb 2015 09:05 WIB
1 Dari 3 Orang Pilih Meninggal Lebih Muda Daripada Minum Obat Tiap Hari
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta -

Beberapa obat jantung yang beredar mempunyai fungsi. Jika diminum setiap hari, risiko terserang penyakit jantung diyakini akan berkurang. Hanya saja seberapa besar kemauan Anda untuk minum obat tiap hari?

Dr Robert Hutchins dari University California, San Francisco melakukan penelitian yang cukup menarik. Untuk melihat seberapa besar perhatian orang terhadap pencegahan penyakit jantung, ia memberikan survei soal kemauan untuk minum obat setiap hari dibandingkan dengan risiko meninggal lebih muda.

Hasilnya cukup menarik. 1 dari 3 orang partisipan ternyata lebih memilih meninggal lebih muda daripada harus minum obat pencegah penyakit jantung setiap hari. Bahkan 1 dari 5 orang rela membayar kurang lebih Rp 12 juta agar dapat terbebas dari kewajiban minum obat tiap hari, meski sudah divonis mengidap penyakit jantung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Jangan Khawatir, Kejang Epilepsi Bisa Dikontrol dengan Minum Obat

"Banyak dokter-dokter yang saya kenal sadar soal hal ini. Hanya saja sudah tugas kami sebagai dokter untuk melakukan diskusi dengan pasien dan memberikan masukan soal prioritas dalam hidup mereka," tutur Dr Hutchins, dikutip dari Reuters, Kamis (5/2/2015).

Survei dilakukan kepada seribu orang dengan rata-rata usia 50 tahun. Dr Hutchins mengatakan bahwa hasil penelitian ini merefleksikan keinginan masyarakat yang ingin tetap sehat dengan asupan obat tanpa harus repot-repot minum obat pil, kapsul atau kaplet setiap harinya.

Dikatakan Dr Hutchins bahwa banyak pasien atau pun calon pasien yang tak ingin kualitas hidup mereka menurun. Minum obat setiap hari akan membuat mereka 'merasa seperti orang sakit' dan akhirnya tak lagi menikmati hidup. Belum lagi anggapan dan rasa prihatin dari lingkungan yang terkadang malah menimbulkan beban.

"Tentunya ini menimbulkan pertanyaan baru. Bagaimana cara kita membuat aspirin dan statin masuk ke tubuh seseorang tanpa harus repot minum dua hingga tiga pil tiap harinya?," ungkap Hutchins.

Baca juga: Minum Obat Antidepresi, Blogger Ini Kisahkan Perjuangannya Demi Orgasme

Dr Mario Garcia, Kepala Divisi Kardiology dari Montefiore-Einstein Center for Heart and Vascular Care di New York cukup kaget denga hasil studi ini. Bukan soal satu per tiga partisipan yang menolak minum obat dan memilih meninggal lebih muda, ia lebih terkesan dengan partisipan lain yang mau menurunkan sedikit kualitas hidup demi umur yang lebih panjang.

"Hasil penelitian juga penunjukkan 70 persen orang memilih minum obat setiap hari demi umur yang lebih panjang. Menurut saya ini lebih penting untuk diapresiasi daripada hasil lainnya," ungkap dr Garcia.

(mrs/up)

Berita Terkait