detikhealth
Konsultasi Kedokteran Olahraga
dr. Michael Triangto, SpKO

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga
Direktur Klinik Slim and Health di RS Mitra Kemayoran dan Mal Taman Anggrek Jakarta
Koordinator Kedokteran Olahraga di PB Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI)
Anggota Tim Ahli Persatuan Golf Indonesia (PGI)

Berat Badan Ideal Tapi Bentuk Tubuh Tak Ideal, Adakah yang Salah?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 06/04/2015 12:15 WIB
Berat Badan Ideal Tapi Bentuk Tubuh Tak Ideal, Adakah yang Salah?Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta, Saya lajang umur 23 tahun. Di usia seperti ini menurut beberapa orang mengatakan bahwa saya mempunyai tubuh ideal dengan berat badan 51 dan tinggi badan 152 namun mengapa pada saat berkaca tubuh terlihat bulat dan jauh dari ideal?

1. Bisakah seusia saya menambah tinggi badan beberapa mili atau centi?
2. Saya berencana mengecilkan beberapa bagian tubuh yang saya rasa berisi berlebih dan sedikit menurunkan berat badan dengan melakukan gym maupun berbagai senam namun tubuh tidak terjadi perubahan dan berat badan saya naik turun tak beraturan dengan range 49-51 dari segi makan sehari 2 kali di siang dan malam hari atau pagi dan malam hari. Sehatkah tubuh saya? Adakah yang salah dengan program yang saya lakukan?

Ndadheetya (Wanita, 23 tahun)
ndadheetya.dheeXXXXXXX@hotmail.com
Tinggi badan 152 cm, berat badan 51 kg

Jawaban

Ndadheetya, perlu Anda ketahui bahwa memiliki berat badan ideal tidak berarti akan memiliki bentuk tubuh ideal. Ideal tidaknya bentuk tubuh sangat erat dengan penilaian subyektivitas sehingga tidak dapat dinilai hanya secara obyektif. Oleh sebab itu saya setuju untuk dilakukan beberapa usaha perbaikan agar keinginan tersebut dapat dicapai.

Baca juga: Tak Mau Lapar Saat Olahraga Tapi Takut Gemuk? Asupan Ini Solusinya

Tinggi badan di usia ini secara teori tak dapat bertambah lagi namun bilamana ternyata Anda mengidap kelainan tulang belakang misalnya skoliosis maka masih ada harapan penambahan beberapa sentimeter yang berasal dari perbaikkan skoliosis tersebut.

Suatu usaha yang tidak memperlihatkan hasil belum tentu tidak berhasil karena mungkin saja hal itu belum waktunya memperlihatkan hasil yang diinginkan. Oleh karena itu saya menganjurkan sebelum melakukan program latihan apapun sebaiknya melakukan pengukuran baik itu berat badan, lingkar tubuh, tebal lipatan kulit-lemak termasuk juga pemeriksaan komposisi lemak tubuh sehingga penilaian tersebut tidak hanya subyektif namun juga obyektif.

Baca juga: Begini Cara Mudah Mengukur Berat Badan Ideal

Mengenai pola makan saya menganjurkan untuk tetap makan 3 kali sehari yang tentunya lebih sehat dibandingkan dua kali sehari. Prinsip dasarnya adalah tubuh harus mendapatkan jumlah makanan yang cukup terlebh dahulu baru mampu berolahraga dengan baik.

dr. Michael Triangto, SpKO
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga
Direktur Klinik Slim and Health di RS Mitra Kemayoran dan Mal Taman Anggrek Jakarta
Koordinator Kedokteran Olahraga di PB Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI)
Anggota Tim Ahli Persatuan Golf Indonesia (PGI)(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit