dr Michael Triangto, SpKO, dari RS Mitra Kemayoran menekankan bahwa tiap individu perlu mengidentifikasi olahraga yang tepat untuk dirinya. Durasi dan intensitas kegiatan harus diperhatikan karena tak semata-mata semua aktivitas menjamin dampak sehat untuk pelakunya.
Baca juga: Hati-hati, Olahraga Seperti Ini Rentan Timbulkan Cedera Selangkangan
"Bukannya sehat yang ada malah tidak sehat. Orang itu kadang berolahraga mati-matian tanpa memikirkan batas kemampuan dan kesehatannya," kata dr Michael saat ditemui di Jakarta Health Week di Senayan City, Jakarta, Rabu (20/5/2015).
Sebagai contoh misalnya orang dengan obesitas atau gangguan tulang harus memerhatikan alas kakinya. Cari alas kaki yang mendukung dan hindari aktivitas mengangkat beban karena akan menambah tekanan kepada tulang yang sudah berada di bawah tekanan.
Jangan jadikan olahraga seperti kompetensi dan mengikuti apa yang dikerjakan oleh orang lain. Biasanya seseorang akan terdorong untuk melakukan apa yang orang lain lakukan padahal hal tersebut belum tentu cocok untuknya.
"Jenis dan frekuensi olahraga individu non atlet tak bisa disamakan dengan para atlet karena keduanya memiliki tujuan berbeda. Untuk mendapatkan tubuh sehat bugar dan bukan untuk kepentingan kompetisi, olahraga dianjurkan setidaknya dilakukan 150 menit dalam seminggu," papar dr Michael.
Baca juga: Hati-hati Memeras Baju Terlalu Kuat Bisa Picu Masalah Pergelangan Tangan
Lewat mengenali kemampuan diri serta kebutuhan sebelum beraktivitas, seseorang diharapkan akan jadi lebih terlindungi dari cidera.
"Dengan begitu kita tidak memaksakan diri yang justru dapat berakibat fatal terhadap kesehatan," tutup dr Michael.
(Firdaus Anwar/Nurvita Indarini)











































