Sebelum Olahraga, Perhatikan Batas Kemampuan Tubuh Agar Tak Cedera

Sebelum Olahraga, Perhatikan Batas Kemampuan Tubuh Agar Tak Cedera

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 20 Mei 2015 15:33 WIB
Sebelum Olahraga, Perhatikan Batas Kemampuan Tubuh Agar Tak Cedera
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Setiap akhir pekan di kota besar dapat dengan mudah terlihat orang berbondong-bondong keluar dari rumah dan aktif bergerak. Hal ini merupakan kebiasaan yang positif namun diingatkan oleh ahli agar dilakukan secara sesuai supaya manfaatnya juga maksimal.

dr Michael Triangto, SpKO, dari RS Mitra Kemayoran menekankan bahwa tiap individu perlu mengidentifikasi olahraga yang tepat untuk dirinya. Durasi dan intensitas kegiatan harus diperhatikan karena tak semata-mata semua aktivitas menjamin dampak sehat untuk pelakunya.

Baca juga: Hati-hati, Olahraga Seperti Ini Rentan Timbulkan Cedera Selangkangan

"Bukannya sehat yang ada malah tidak sehat. Orang itu kadang berolahraga mati-matian tanpa memikirkan batas kemampuan dan kesehatannya," kata dr Michael saat ditemui di Jakarta Health Week di Senayan City, Jakarta, Rabu (20/5/2015).

Sebagai contoh misalnya orang dengan obesitas atau gangguan tulang harus memerhatikan alas kakinya. Cari alas kaki yang mendukung dan hindari aktivitas mengangkat beban karena akan menambah tekanan kepada tulang yang sudah berada di bawah tekanan.

Jangan jadikan olahraga seperti kompetensi dan mengikuti apa yang dikerjakan oleh orang lain. Biasanya seseorang akan terdorong untuk melakukan apa yang orang lain lakukan padahal hal tersebut belum tentu cocok untuknya.

"Jenis dan frekuensi olahraga individu non atlet tak bisa disamakan dengan para atlet karena keduanya memiliki tujuan berbeda. Untuk mendapatkan tubuh sehat bugar dan bukan untuk kepentingan kompetisi, olahraga dianjurkan setidaknya dilakukan 150 menit dalam seminggu," papar dr Michael.

Baca juga: Hati-hati Memeras Baju Terlalu Kuat Bisa Picu Masalah Pergelangan Tangan

Lewat mengenali kemampuan diri serta kebutuhan sebelum beraktivitas, seseorang diharapkan akan jadi lebih terlindungi dari cidera.

"Dengan begitu kita tidak memaksakan diri yang justru dapat berakibat fatal terhadap kesehatan," tutup dr Michael.

(Firdaus Anwar/Nurvita Indarini)

Berita Terkait