4 Karya Unik yang Terinspirasi oleh Menstruasi

4 Karya Unik yang Terinspirasi oleh Menstruasi

Nurvita Indarini - detikHealth
Rabu, 20 Mei 2015 17:00 WIB
4 Karya Unik yang Terinspirasi oleh Menstruasi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Menstruasi wajar dialami oleh perempuan selama masih dalam usia subur. Namun demikian, masih ada stigma negatif terkait perempuan yang sedang menstruasi. Untuk menghapus jijik dan ketabuan soal menstruasi, beberapa orang pun menciptakan karya-karya unik.

Berikut ini beberapa karya unik yang muncul karena terinspirasi oleh menstruasi, seperti dikutip detikHealth dari berbagai sumber pada Rabu (20/5/2015).



1. Foto Darah Menstruasi yang Artistik

Jen dengan latar belakang karyanya/ Facebook
Beauty in Blood, begitu Jen Lewis menamakan karyanya. Ini merupakan foto-foto makro pergerakan darah haid di air yang memukau. Jen menggandeng suaminya, Rob, untuk mengabadikan pergerakan yang terlihat apik itu. Alih-alih menjijikkan, foto ini malah terlihat begitu berseni lantaran darah menstruasinya begitu mirip dengan percikan cat.

Melalui karyanya, Jen berharap bisa menghilangkan stigma yang masih melingkupi siklus menstruasi perempuan.  "Beauty in Blood menegaskan bahwa menstruasi perlu dilihat sebagai proses untuk menormalkan tubuh perempuan dan mengakui bahwa ini merupakan bagian dari kehidupan perempuan, dengan mengundang pengunjung untuk melihat lebih dekat dan merefleksikan reaksi personal mereka pada sesuatu bernama menstruasi," kata Jen.

2. Pameran Bercak Darah Menstruasi

Foto: YouTube
Selama seminggu, Pusat Kebudayaan dan Kesehatan di Quillota, Chile dihiasi oleh 90 buah lingkaran bordir yang tergantung dari langit-langit. Bukan hasil bordiran ataupun renda yang dipajang, melainkan darah menstruasi sang seniman bernama Carina Úbeda Chacana selama 5 tahun. Menurut Chacana, pamerannya ini dapat dikelompokkan ke dalam gerakan yang dikenal sebagai Menstrala.

Dalam pamerannya, Chacana menggantung kain yang menggambarkan bercak hitam darah menstruasinya dibingkai oleh bingkai bordir dari kayu. Lewat medium ini, dia ingin mensimulasikan proses ovulasinya. Di bawahnya tertulis kata-kata provokatif seperti 'Produksi', 'Buang', dan 'Hancur'.

Istilah Menstrala pertama kali diciptakan oleh seniman bernama Vanessa Tiegs yang memajang koleksi serupa. Ada sekitar 88 potong kain yang sudah dia kumpulkan selama 3 tahun. Sejak saat itu, seniman anti mainstream dan blogger mengadopsi istilah ini.

"Menstrala mengingatkan kita bahwa darah haid bukan tidak terlihat, tidak bagi perempuan. Darah menstruasi adalah satu-satunya darah yang tidak berkaitan dengan kekerasan," kata Guernica EJ Dickson yang menulis 3.500 profil Menstrala untuk majalah online.

3. Menstruation Machine

Dengan Menstruation Machine, pria bisa mengetahui bagaimana rasanya sakit bulanan wanita itu. Adalah Hiromi Ozaki alias Sputniko (25 tahun), seniman Jepang-Inggris yang juga seorang programmer yang merancang  perangkat ini.

Ozaki yang kuliah di Fakultas Matematika dan Ilmu Komputer Imperial College, London, dibuat karena ketertarikan Ozaki dengan siklus bulanan yang hampir selalu dirasakan wanita. Dengan menampilkan fitur dari Royal College of Art's Design Interactions, perangkat mesin ini dimaksudkan untuk membiarkan pria merasakan nyeri haid yang dirasakan wanita, meski alat ini juga dirancang untuk wanita.

Perangkat mesin berwarna silver ini secara konseptual dikalungkan di pinggang seperti sabuk. Untuk meneteskan darah, perangkat ini dilengkapi dengan mekanisme blood dispensing, yang akan meneteskan sekitar 80 mililiter (2,7 ons) darah dari tangki yang menstimulasikan periode haid rata-rata lima hari.

Perangkat ini juga menyediakan teknologi semacam iPad yang berfungsi untuk menghambat aliran darah.
Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan elektroda stimulasi perut bawah (lower-abdomen-stimulating electrodes), yaitu mesin yang akan menstimulasi kram pada perut mirip dengan nyeri haid bulanan wanita.

4. Game Lempar Pembalut

Game ini diberi nama 'Tampon Run'. Game berukuran 8-bit itu bertujuan untuk mengubah stigma banyak orang tentang menstruasi. Karakter utama dalam game ini adalah seorang karakter perempuan muda. Ia harus mengumpulkan tampon atau pembalut sebanyak mungkin sebelum pembalut-pembalut tersebut dirampas oleh musuhnya.

Ketika penjahat-penjahat itu mencoba mendekati si karakter, ia akan menembakkan pembalut yang telah ia kumpulkan tadi ke arah mereka. Lucunya, saat mereka terkena pembalut, penjahat-penjahat itu pun menangis sambil berkata 'ooh'. Jika kehabisan pembalut, maka permainan pun usai alias game over.

Adalah Andrea Gonzales dan Sophie Houser yang menciptakan game tersebut. "Idenya adalah kami ingin membuat pendekatan yang lucu sehingga orang-orang lebih nyaman ketika berbicara tentang menstruasi," terang Gonzales.
Halaman 2 dari 5
Beauty in Blood, begitu Jen Lewis menamakan karyanya. Ini merupakan foto-foto makro pergerakan darah haid di air yang memukau. Jen menggandeng suaminya, Rob, untuk mengabadikan pergerakan yang terlihat apik itu. Alih-alih menjijikkan, foto ini malah terlihat begitu berseni lantaran darah menstruasinya begitu mirip dengan percikan cat.

Melalui karyanya, Jen berharap bisa menghilangkan stigma yang masih melingkupi siklus menstruasi perempuan.  "Beauty in Blood menegaskan bahwa menstruasi perlu dilihat sebagai proses untuk menormalkan tubuh perempuan dan mengakui bahwa ini merupakan bagian dari kehidupan perempuan, dengan mengundang pengunjung untuk melihat lebih dekat dan merefleksikan reaksi personal mereka pada sesuatu bernama menstruasi," kata Jen.

Selama seminggu, Pusat Kebudayaan dan Kesehatan di Quillota, Chile dihiasi oleh 90 buah lingkaran bordir yang tergantung dari langit-langit. Bukan hasil bordiran ataupun renda yang dipajang, melainkan darah menstruasi sang seniman bernama Carina Úbeda Chacana selama 5 tahun. Menurut Chacana, pamerannya ini dapat dikelompokkan ke dalam gerakan yang dikenal sebagai Menstrala.

Dalam pamerannya, Chacana menggantung kain yang menggambarkan bercak hitam darah menstruasinya dibingkai oleh bingkai bordir dari kayu. Lewat medium ini, dia ingin mensimulasikan proses ovulasinya. Di bawahnya tertulis kata-kata provokatif seperti 'Produksi', 'Buang', dan 'Hancur'.

Istilah Menstrala pertama kali diciptakan oleh seniman bernama Vanessa Tiegs yang memajang koleksi serupa. Ada sekitar 88 potong kain yang sudah dia kumpulkan selama 3 tahun. Sejak saat itu, seniman anti mainstream dan blogger mengadopsi istilah ini.

"Menstrala mengingatkan kita bahwa darah haid bukan tidak terlihat, tidak bagi perempuan. Darah menstruasi adalah satu-satunya darah yang tidak berkaitan dengan kekerasan," kata Guernica EJ Dickson yang menulis 3.500 profil Menstrala untuk majalah online.

Dengan Menstruation Machine, pria bisa mengetahui bagaimana rasanya sakit bulanan wanita itu. Adalah Hiromi Ozaki alias Sputniko (25 tahun), seniman Jepang-Inggris yang juga seorang programmer yang merancang  perangkat ini.

Ozaki yang kuliah di Fakultas Matematika dan Ilmu Komputer Imperial College, London, dibuat karena ketertarikan Ozaki dengan siklus bulanan yang hampir selalu dirasakan wanita. Dengan menampilkan fitur dari Royal College of Art's Design Interactions, perangkat mesin ini dimaksudkan untuk membiarkan pria merasakan nyeri haid yang dirasakan wanita, meski alat ini juga dirancang untuk wanita.

Perangkat mesin berwarna silver ini secara konseptual dikalungkan di pinggang seperti sabuk. Untuk meneteskan darah, perangkat ini dilengkapi dengan mekanisme blood dispensing, yang akan meneteskan sekitar 80 mililiter (2,7 ons) darah dari tangki yang menstimulasikan periode haid rata-rata lima hari.

Perangkat ini juga menyediakan teknologi semacam iPad yang berfungsi untuk menghambat aliran darah.
Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan elektroda stimulasi perut bawah (lower-abdomen-stimulating electrodes), yaitu mesin yang akan menstimulasi kram pada perut mirip dengan nyeri haid bulanan wanita.

Game ini diberi nama 'Tampon Run'. Game berukuran 8-bit itu bertujuan untuk mengubah stigma banyak orang tentang menstruasi. Karakter utama dalam game ini adalah seorang karakter perempuan muda. Ia harus mengumpulkan tampon atau pembalut sebanyak mungkin sebelum pembalut-pembalut tersebut dirampas oleh musuhnya.

Ketika penjahat-penjahat itu mencoba mendekati si karakter, ia akan menembakkan pembalut yang telah ia kumpulkan tadi ke arah mereka. Lucunya, saat mereka terkena pembalut, penjahat-penjahat itu pun menangis sambil berkata 'ooh'. Jika kehabisan pembalut, maka permainan pun usai alias game over.

Adalah Andrea Gonzales dan Sophie Houser yang menciptakan game tersebut. "Idenya adalah kami ingin membuat pendekatan yang lucu sehingga orang-orang lebih nyaman ketika berbicara tentang menstruasi," terang Gonzales.

(Nurvita Indarini/Radian Nyi Sukmasari)

Berita Terkait