Dua bocah berusia 11 tahun ini adalah sahabat. Mark mengalami Wolfram Syndrome yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Wolfram Syndrome adalah kondisi di mana kadar gula darah dalam tubuh tinggi karena kurangnya insulin serta membuat si pasien kehilangan penglihatannya secara progresif.
Sementara, Ramon mengidap gangguan neurologis yang membuatnya sulit bicara. Ibu Ramon, Vionna Sota-Bolderas mengatakan hubungan kedua bocah itu amat dekat hingga saat mereka berkumpul, hanya tawa yang ada dalam setiap obrolan mereka. Disabilitas yang dialami kedua anak itu pun membuat mereka sama-sama sulit belajar mengendarai sepeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tega! Gadis 13 Tahun Penyandang Disabilitas Diperkosa Hingga Hamil
Seperti anak lain, melihat sahabatnya bisa mengendarai sepeda roda dua, Ramon juga ingin belajar. Sebab, selama ini Ramon hanya bisa mengendarai sepeda roda tiga yang dirancang khusus. Apalagi, kini kedua adik Ramon sudah bisa mengendarai sepeda roda dua. Melihat kesulitan sahabatnya belajar naik sepera, Mark pun bertekad membantu agar Ramon bisa mengikuti kamp pelatihan naik sepeda.
Mark lantas menggalang dana lewat situs go fund me untuk membantu biaya terselenggaranya kamp 'iCan Bike' pekan depan. Selain lewat dana yang berhasil dikumpulkan Mark, untuk bisa mengikuti kamp tersebut, Ramon harus lulus tes mengendarai sepeda roda tiga. Apa yang dilakukan Mark juga membuat toko sepeda di daerah setempat memberi sepeda gratis untuk Ramon.
"Ramon sangat senang bisa mendapatkan sepeda gratis. Dia juga sangat berterima kasih pada sahabatnya, Mark. Bermain sepeda adalah hal yang lumrah dilakukan anak-anak dan anak dengan disablitias pun memiliki kesempatan yang sama untuk bisa mengendarai sepeda," tutur Jenny.
Baca juga: Kena Sindrom Langka, Remaja Ini Bertahun-tahun Mengira Dirinya Sudah Mati
(rdn/vta)











































