Iklim Berubah, Kondisi Kesehatan Dunia Dikhawatirkan Mundur 50 Tahun

Iklim Berubah, Kondisi Kesehatan Dunia Dikhawatirkan Mundur 50 Tahun

Firdaus Anwar - detikHealth
Selasa, 23 Jun 2015 11:35 WIB
Iklim Berubah, Kondisi Kesehatan Dunia Dikhawatirkan Mundur 50 Tahun
Illustrasi: CNN
Jakarta - Perubahan iklim yang belakangan terlihat dari cuaca ekstrem dikatakan ilmuwan berpotensi bahayakan kesehatan global. Dunia didorong untuk cepat ambil tindakan.

Komisi Lancet pada perubahan iklim dan kesehatan menemukan ancaman perubahan iklim ini terus diremehkan. Padahal apabila dunia serius menghadapinya akan banyak kesempatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat global.

"Efek perubahan iklim bisa dirasakan sekarang. Proyeksi masa depan memperlihatkan risiko sangat tinggi dan berpotensi timbulkan bencana bagi kesehatan manusia," tulis para ilmuwan di laporannya dalam jurnal bergensi The Lancet seperti dikutip dari ABC Australia pada Selasa (23/6/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Perubahan Iklim Memunculkan Banyak Wabah Penyakit

Lebih dari 40 ilmuwan dari Eropa sampai Tiongkok tergabung dalam studi dan telah menghabiskan lebih dari setahun mengumpulkan data bahaya dari perubahan iklim ini.

Efek langsung yang terbukti bisa dirasakan sampai pertengahan 2015 ini seperti gelombang panas, banjir, kemarau parah, dan peningkatan tajam munculnya badai di berbagai belahan dunia. Sementara itu efek tak langsungnya adalah meningkatnya berbagai kasus penyakit, menurunnya ketahanan pangan, malnutrisi, bahkan sampai ke gangguan jiwa.

Ancaman-ancaman tersebut dikatakan peneliti bisa memukul mundur kondisi kesehatan global menjadi seperti 50 tahun yang lalu.

"Ahli kesehatan telah bekerja melindungi masyarakat terhadap ancaman seperti tembakau, HIV/AIDS, serta polio, dan sering menghadapi ada kepentingan kuat yang mengakar di dalamnya. Demikian juga dengan hal ini, harus ada pemimpin yang tanggap terhadap perubahan iklim," kata ilmuwan.

Laporan dipublikasikan sengaja berdekatan dengan diadakannya konferensi perubahan iklim oleh Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) di Paris pada Desember mendatang. Harapannya laporan dapat membantu pemangku jabatan membuat kebijakan.

Baca juga: Bahaya Gelombang Panas, 120 orang di Pakistan Meninggal Kena Heatstroke (fds/up)

Berita Terkait