Komisi Lancet pada perubahan iklim dan kesehatan menemukan ancaman perubahan iklim ini terus diremehkan. Padahal apabila dunia serius menghadapinya akan banyak kesempatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat global.
"Efek perubahan iklim bisa dirasakan sekarang. Proyeksi masa depan memperlihatkan risiko sangat tinggi dan berpotensi timbulkan bencana bagi kesehatan manusia," tulis para ilmuwan di laporannya dalam jurnal bergensi The Lancet seperti dikutip dari ABC Australia pada Selasa (23/6/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari 40 ilmuwan dari Eropa sampai Tiongkok tergabung dalam studi dan telah menghabiskan lebih dari setahun mengumpulkan data bahaya dari perubahan iklim ini.
Efek langsung yang terbukti bisa dirasakan sampai pertengahan 2015 ini seperti gelombang panas, banjir, kemarau parah, dan peningkatan tajam munculnya badai di berbagai belahan dunia. Sementara itu efek tak langsungnya adalah meningkatnya berbagai kasus penyakit, menurunnya ketahanan pangan, malnutrisi, bahkan sampai ke gangguan jiwa.
Ancaman-ancaman tersebut dikatakan peneliti bisa memukul mundur kondisi kesehatan global menjadi seperti 50 tahun yang lalu.
"Ahli kesehatan telah bekerja melindungi masyarakat terhadap ancaman seperti tembakau, HIV/AIDS, serta polio, dan sering menghadapi ada kepentingan kuat yang mengakar di dalamnya. Demikian juga dengan hal ini, harus ada pemimpin yang tanggap terhadap perubahan iklim," kata ilmuwan.
Laporan dipublikasikan sengaja berdekatan dengan diadakannya konferensi perubahan iklim oleh Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) di Paris pada Desember mendatang. Harapannya laporan dapat membantu pemangku jabatan membuat kebijakan.
Baca juga: Bahaya Gelombang Panas, 120 orang di Pakistan Meninggal Kena Heatstroke (fds/up)











































