Kathryn Ward (38) memiliki ide menjadikan ASI-nya sebagai es loli karena ia ingin memberi camilan bagi Torin, putranya yang berusia 4 bulan di tengah cuaca yang amat panas. Apalagi, kini Torin masih dalam masa ASI eksklusif.
"Saya pertama kali melihat di Facebook ada cetakan es loli. Muncullah ide untuk membuat ASI perah saya menjadi es loli dengan cetakan es standar yang saya miliki di rumah. Ternyata, Torin sangat menyukai itu," kata Kathryn kepada Manchester Evening News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Berapa Lama ASI Perah Bisa Disimpan?
"Kadang suami saya ikut membuatkan es loli ini. Atau dia ikut menemani Torin melahap es lolinya. Hal yang bagus bukan jika seorang ayah bisa ikut andil dalam proses pemberian makan anaknya. Sayang sekali, dulu ketika anak saya Sophie bayi saya tidak terpikir untuk memberinya es loli ini," kata Kathryn.
Untuk itu, Kathryn menyarankan tak ada salahnya bagi orang tua untuk mencoba mengolah ASI menjadi es loli, terutama sebagai camilan bagi si kecil ketika cuaca panas. Menanggapi ASI yang dijadikan es loli, dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo mengatakan sah-sah saja jika ibu ingin berkreasi menjadikan ASI sebagai es loli terutama ketika cuaca sedang panas.
"Nggak apa-apa kok, nggak bikin anak batuk pilek juga. Kandungan ASI-nya memang pasti ada sedikit perbedaan dengan ASI yang tidak dibekukan, tapi masih lebih baik kok," kata dr Meta saat dihubungi detikHealth, Jumat (3/7/2015).
Baca juga: Mau Beri si Kecil ASI Perah Menggunakan Cangkir? Begini Caranya (rdn/vit)











































