Diungkapkan dr Panondang Panggabean SpB dari Klinik Rumah Wasir, infeksi pada dasarnya ditentukan oleh host (yang ditumpangi), agent (kuman atau virus), dan environment (lingkungan yang mendukung).
"Ketika ada luka pada tubuh, virus akan lebih mudah masuk berarti lingkungannya mendukung. Kalau imunitas orangnya rendah, virus lebih mudah masuk dan menyerang. Ibaratnya, lingkungan mendukung, kuman ganas, host lemah makin jadilah," kata dr Panondang di Graha Rumah Sunatan, Jati Asih, Bekasi, Jumat (14/8/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kondiloma, virus menempel pada kulit. Saat menempel, virus meniru organ-organ 'sekehendaknya' hingga bisa berbentuk benjolan. Jika tidak diobati, ada virus yang bisa membuat sel normal berubah jadi kanker. Namun, ada juga yang menyebabkan munculnya kutil seperti luka yang tidak sembuh-sembuh.
"Saat virus menempel di kulit, virus bereplikasi seperti kemauan virusnya, sehingga pembelahan sel tidak sesuai yang normal. Untuk tipe tertentu misalnya HPV nomor 16 dan 18 bisa menyebabkan karsinoma sel skuamosa," kata dokter yang juga praktik di RS Permata Hijau ini.
Lantas, bisakah HPV menyebar melalui seks oral? "Bisa saja, kan virus bisa saja menempel di mukosa mulut sehingga terjadi infeksi HPV di mulut. Karakteristik infeksi pun sama dengan yang terjadi di vagina, anus, atau penis," lanjut dr Panondang.
Baca juga: Duh, Dua Teller Bank di Tiongkok Kena Kutil Kelamin Gara-gara Pegang Duit
(rdn/vit)











































