Enam tahun sudah Sue Stephenson berjibaku menjalani pengobatan karena kanker payudara yang diidapnya. Hingga akhirnya pada bulan Juli lalu, dokter menyatakan kanker di tubuh Sue telah menyebar ke liver dan tulangnya.
Sue diberitahu bahwa hidupnya mungkin tinggal menghitung 'minggu atau bulan' saja. Ia pun mengaku pasrah dengan kondisinya, namun masih ada yang harus ia lakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita berumur 47 tahun itu masih punya tanggungan untuk melunasi kredit rumahnya yang mencapai 65.000 poundsterling atau sekitar Rp 1,4 miliar.
Si sulung Cameron pun merasakan beban itu. "Kadang di tengah malam, saya duduk di sebelahnya dan ia menanyakan tentang pelunasan kredit itu. Padahal ibu sedang berjuang, namun ia tak mau meninggalkan kami sebelum tahu kami baik-baik saja," tuturnya.
Bahkan bulan lalu, Sue 'memaksa' putra-putrinya untuk berlibur ke Prancis selatan. Tak disangka, itu adalah liburan terakhir mereka bersama.
Baca juga: Hospice Care, Bentuk Lain Pelayanan Paliatif Bagi Pasien Penyakit Parah
Mengetahui hal ini, adik Sue yang tinggal di Brisbane, Angie Collinson berinisiatif melakukan penggalangan dana lewat situs justgiving.com. Dan tanpa mereka duga, hanya dalam waktu beberapa hari saja, dana yang terkumpul sudah melebihi harapan mereka, yakni 67.168 poundsterling dan angka ini bisa saja terus bertambah. Demikian seperti dikutip dari justgiving.com, Jumat (21/8/2015).
"Saya sangat terharu dengan kebaikan orang-orang di luar sana, yang bahkan tidak mengenal kami. Ini besar artinya bagi saya karena saya ingin kelima anak saya tetap bersama. Terima kasih semuanya," kata Sue.
Sue yang saat ini hanya bisa terbaring di tempat tidur dan tak bisa menggerakkan kepalanya itu akhirnya sudah bisa merasa lega karena keinginan terakhirnya dapat tercapai.
"Mungkin ini adalah refleksi dari apa yang dilakukan ibu di masa lalu, bagaimana ia memberikan pengaruh positif bagi orang lain. Kami sangat bangga kepadanya," tutup Cameron.
Cameron menjelaskan selama 20 tahun, ibunya berprofesi sebagai bidan yang membuka klinik mandiri di Yorkshire. Sepanjang karir Sue, Cameron melihatnya sebagai wanita yang kerap lembur untuk membantu orang yang membutuhkan dan tak kenal lelah. Itulah mengapa ketika saat ini giliran Sue yang membutuhkan bantuan, banyak orang yang turun tangan untuk meringankan bebannya.
Baca juga: Demi Sang Ayah yang Sakit Kanker, Gadis Ini Lakukan 'Latihan' Pernikahan
(lll/up)











































