Setelah dilakukan analisis selama bertahun-tahun, mereka akhirnya bisa mengetahui bahwa kerangka-kerangka ini diperkirakan berasal dari Era Neolitikum atau sekitar 7.000 tahun lalu.
Namun yang menjadi perhatian peneliti adalah kerangka seorang perempuan, yang oleh peneliti diberi nama 'G61'. Dengan memanfaatkan CT scan beresolusi tinggi, kerangka ini diperkirakan meninggal pada rentang usia 30-40 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kelonggaran ini terjadi di area-area tertentu dari kerangka yang mengandung sel punca pembentuk darah, dan di titik-titik inilah leukemia biasa terjadi," jelas ketua peneliti, Heike Scherf seperti dikutip dari CBS News, Rabu (9/9/2015).
Baca juga: Alami Kanker Tulang di Masa Kecil, Kini Nimas Jadi Calon Ahli Gizi
Scherf semakin yakin dengan temuannya setelah mencoba mencocokkannya dengan penyakit lain yang memiliki gejala sejenis, seperti osteoporosis dan gangguan tiroid. Namun ciri-ciri yang terlihat pada kondisi kerangka G61 lebih identik dengan leukemia.
"Dan kami tidak melihat pola serupa pada spesimen lain. Bahkan meski mereka ditemukan di satu situs yang sama, dan berada dalam satu kelompok usia," imbuhnya.
Baca juga: Alvita, Dokter yang Saat Kecil Berhasil Taklukan 2 Jenis Kanker
Kendati bukti yang ada menguatkan dugaan Scherf, akan tetapi ada satu hal yang masih menjadi misteri bagi Scherf. Pasalnya, ia dan timnya tak dapat memastikan apakah si wanita meninggal akibat leukemia ataukah karena faktor lainnya.
Bila dugaan Scherf benar, bisa jadi apa yang terjadi pada kerangka G61 merupakan kasus leukemia tertua di dunia. Wow. (lll/vit)










































