detikhealth

Transplantasi Sel Punca Berpotensi Mengobati Anemia Sel Sabit

Nadia Wahyu Savitri - detikHealth
Sabtu, 19/09/2015 14:29 WIB
Transplantasi Sel Punca Berpotensi Mengobati Anemia Sel SabitFoto: Thinkstock/KatarzynaBialasiewicz
Jakarta, Sebanyak 70.000 orang di Amerika Serikat menderita anemia sel sabit (anemia sickle cell) dan 1.000 bayi yang lahir tiap tahun pun terkena penyakit yang melemahkan ini. Untuk itu, peneliti mencoba alternatif untuk mengatasi penyakit ini.

Para peneliti dari University of Illinois Hospital and Health Sciences System menemukan pengobatan yang dirasa cocok untuk pasien anemia sel sabit. Pada fase kedua percobaan klinis, mereka berhasil menyembuhkan pasien dengan transplantasi stem cell dari donor saudara penderita.

Prosedur yang diinisiasi oleh National Institutes of Health campus di Maryland ini menyembuhkan 30 pasien anemia sel sabit dengan persentase keberhasilan hingga 87 persen. Penelitian tingkat lanjut dari University of Illinois pada fase 1 dan 2 menunjukkan hasil bahwa 92 persen pasien bet hasil diobati.

Baca juga: Harapan Baru untuk Pengobatan Anemia Sel Sabit

Anemia sel sabit adalah penyakit genetis di mana sel darah merah mengalami perbedaan bentuk yaitu berbentuk seperti bulan sabit. Akibatnya, sel darah merah tidak dapat mengangkut oksigen dengan baik ke jaringan tubuh dan menyebabkan seseorang merasakan sakit, mengalami kegagalan fungsi organ, bahkan stroke. Penyakit ini menjangkiti 1 dari 500 orang warga keturunan Afro-Amerika.

"Orang dewasa dengan anemia sel sabit sekarang dapat hidup normal sampai usia 50 tahun dengan transfusi darah dan obat-obatan yang dapat membantu  menghilangkan rasa sakit," ujar dr Damiano Rondelli, kepala hematologi/onkologi di University of Illnous Health kepada Medical Daily, dan dikutip pada Sabtu (19/9/2015).

Dalam percobaan ini, pemeriksaan lanjutan pada pasien setahun kemudian menunjukkan bahwa 12 pasien yang diterapi menunjukkan tanda-tanda pulih. Bahkan, ada pasien yang berhenti menjalani terapi imun sebelum waktunya.

Lebih jauh, peneliti dari NIH menemukan bahwa transplantasi ini tidak mengharuskan pasien memiliki golongan darah sejenis. Namun, bila memiliki penanda Human Leukosit Antigen (HLA) yang sama, kemungkinan transplantasi lebih besar.

Baca juga: Gunakan Sel Induk Tali Pusat, Ilmuwan Percaya Bisa Ciptakan Darah Sintesis


(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit