detikhealth

Logam Berat dan DNA Hewan Langka Ditemukan di Obat Tradisional Tiongkok

Firdaus Anwar - detikHealth
Jumat, 11/12/2015 13:33 WIB
Logam Berat dan DNA Hewan Langka Ditemukan di Obat Tradisional TiongkokFoto: thinkstock
Jakarta, Obat tradisional Tiongkok telah lama dipandang sebagai obat herba alternatif yang lebih aman dan manjur untuk menyembuhkan penyakit dibandingkan obat biasa. Oleh sebab itu masyarakat dari berbagai belahan dunia gemar mengonsumsinya dan bahkan di Australia sendiri diprediksi lebih dari 50 persen populasi pernah menggunakannya.

Namun sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti di tiga universitas: Curtin University, Murdoch University, dan University of Adelaide menemukan bahwa tak semua obat-obat tersebut aman dikonsumsi. Dari 26 jenis obat tradisional yang populer, 90 persen di antaranya tak sesuai untuk konsumsi manusia.

Setengah dari obat tersebut mengandung senyawa ilegal seperti logam beracun, obat-obat resep, stimulan, dan DNA dari hewan yang tak tertulis di label produk.

Baca juga: Di Tiongkok, Obat Tradisional Lebih Digemari daripada Vitamin dan Suplemen

"Setengah dari obat-obat itu mengandung bahan ilegal yang kita temukan lewat tes DNA. Setengahnya memiliki senyawa kimia yang jelas-jelas merupakan bahan sintesis bukan senyawa alami," kata pemimpin studi Professor Michael Bunce dari Curtin University dan dikutip dari ABC Australia pada Jumat (11/12/2015).

Untuk kandungan DNA hewan beberapa obat diketahui memiliki jejak-jejak leopard salju, ular viper, katak, kucing, dan juga anjing. Apakah hewan tersebut memang digunakan sebagai bahan atau tak sengaja tercampur karena praktik produksi yang buruk tak bisa ditentukan oleh peneliti.

"Lebih parahnya, konsumen tak tahu apa yang mereka konsumsi karena bahan-bahan ini tak tertera pada label," kata Dr Megan Coghlan dari Curtin University yang juga terlibat dalam studi.

Peneliti khawatir karena isinya tak tertulis jelas, selain dari risiko bahaya langsung bahan-bahan tersebut, ada kemungkinan muncul interaksi bila obat tradisional dikonsumsi bersamaan dengan obat lain. Untuk mereka yang rentan seperti ibu hamil atau anak-anak hal ini tentu adalah sesuatu yang mengancam.

Baca juga: Youyou Tu, Penemu Obat Malaria Berbasis Herbal Tiongkok (fds/vit)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit