detikhealth

Good Sleep Setting

Pakar Tidur: Tak Ada Gunanya Merapel Tidur

Rahma Lillahi Sativa, Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Kamis, 14/01/2016 17:37 WIB
Pakar Tidur: Tak Ada Gunanya Merapel TidurFoto: Thinkstock
Jakarta, Selepas lembur atau begadang, sebagian orang memilih bangun siang atau memperpanjang jam tidur di akhir pekan demi membayar 'utang'. Namun benarkah ini efektif?

Ditegaskan dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT dari RS Medistra, hal ini sama sekali tidak membawa pengaruh apapun. Yang ada, kebiasaan menunda jam tidur justru akan memperburuk insomnia.

"Dalam penelitian hanya disebutkan kurang tidur bisa menyebabkan kematian. Jadi tidur itu penting, bukan hanya makan, olahraga, dan kebutuhan cairan. Tidur juga penting buat kesehatan," kata dr Rima mengingatkan.

Bukan hanya dr Rima yang mengatakan demikian. Pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RPSGT juga sependapat. "Kesehatan tidurnya jadi nggak jelas, tapi bayar waktu tidur juga bukan berkara mudah dan tidak bisa dirapel seperti itu," dr Andreas mengingatkan.

Baca juga: Hanya Bisa Bangun karena Alarm, Begini Baik-Buruknya

Menurut Dr Matt T Bianchi dari Division of Sleep Medicine, Massachusetts General Hospital, mengganti jam tidur yang tidak sempurna pada hari-hari sebelumnya, semisal di akhir pekan, sebenarnya tidak membantu.

Ia menjelaskan, dalam lima hari kerja, seseorang mudah sekali kekurangan jam tidur, bahkan bila ditotal jumlahnya dapat mencapai 20 jam. Tetapi faktanya, bila ingin 'dirapel', kebanyakan orang tidak mampu tidur lebih dari 5-10 jam.

"Artinya Anda takkan bisa melunasi utang tidur. Anda hanya bisa menerima efeknya tanpa bisa berbuat apa-apa," jelasnya.

Di sisi lain, tubuh punya kemampuan untuk memulihkan dirinya sendiri secara bertahap. Jadi kalaupun kurang tidur, tubuh akan memulihkan waktu tidur Anda hingga mencapai waktu yang normal, meskipun untuk setiap malam yang ditinggalkan, seseorang butuh waktu tiga hari untuk memulihkan tubuhnya agar kembali ke siklus sirkadian awal.

Bayangkan bila seseorang mengalami kurang tidur setiap hari. Jika diakumulasi, tubuhnya butuh waktu hingga puluhan tahun untuk memperbaiki pola tidurnya kembali. Namun bukannya sehat, tidak menutup kemungkinan yang terjadi adalah kerusakan fungsi tubuh secara menyeluruh, termasuk memicu munculnya berbagai penyakit seperti diabetes dan penyakit jantung.

Baca juga: Tak Bisa Penuhi Jam Tidur Malam, Bisakah Disiasati Tidur Siang?

Bila ingin mendapat waktu tidur lebih banyak, disarankan agar tidur lebih awal. Sebaliknya, bila ingin bangun siang, hanya diperbolehkan maksimal satu jam saja karena ini takkan mempengaruhi kemampuan tidur di malam harinya.

Dikatakan Brandy Raone, PhD dari Sleep for Science Research Laboratory, Brown University, bangun siang lebih dari satu jam dari seharusnya dikhawatirkan akan membuat seseorang tetap terjaga di jam di mana ia seharusnya mengantuk dan terlelap.

Akibatnya yang bersangkutan merasa kurang tidur karena esok harinya harus bangun pagi seperti biasa. Tubuh pun terasa lemas dan tidak berenergi.(lll/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit