detikhealth

Good Sleep Setting

Tidur Nyenyak Selepas Bercinta, Bisakah Diresepkan pada si Insomnia?

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 14/01/2016 19:02 WIB
Tidur Nyenyak Selepas Bercinta, Bisakah Diresepkan pada si Insomnia?Foto: thinkstock
Jakarta, Sebagian istri mungkin pernah mengalami hal ini, perasaan bete karena ditinggal suami terlelap terlebih dahulu setelah bercinta. Benarkah seks dapat membuat seseorang tidur lebih pulas?

Namun pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja mengatakan ini belum tentu.

"Bisa iya bisa nggak. Iyanya karena enaknya bercinta bisa bikin tidur nyenyak. Nggaknya karena kan bisa bikin adrenalin meningkat, jadinya otak malah aktif dan nggak bisa tidur," jelasnya kepada detikHealth.

Kendati begitu, ahli saraf dari Charlottesville Neurology and Sleep Medicine, Dr W Christopher Winter, MD, menjelaskan, rasa kantuk dan keinginan untuk tidur yang muncul selepas bercinta dipicu oleh pelepasan hormon prolaktin.

Saat dilepaskan, hormon prolaktin ini dapat menekan dopamin, yaitu neurotransmitter yang memicu seseorang agar terus terjaga sehingga kemudian para suami menjadi mudah mengantuk.

Baca juga: Tak Bisa Penuhi Jam Tidur Malam, Bisakah Disiasati Tidur Siang?

Lalu mengapa hanya pria yang mengalaminya? Sebenarnya pada wanita juga terjadi pelepasan prolaktin ini. Hanya saja kebetulan tubuh pria melepaskan prolaktin yang lebih banyak ketimbang wanita saat itu.

"Prolaktin bukan satu-satunya. Hormon oksitosin juga mengalami lonjakan sehingga kadar stres berkurang dan Anda lebih mudah merasa santai, lalu tertidur setelahnya," jelas Winter.

Bercinta di dalam kamar yang gelap atau remang-remang juga berperan dalam hal ini. Ketika kegiatan bercinta usai, tubuh pria akan langsung melepaskan hormon melatonin sehingga rasa kantuknya menjadi semakin kuat.

Sayangnya dr Ade mengatakan, untuk mengatasi insomnia, harus ada pengaturan tidur secara menyeluruh. Tidak bisa serta-merta 'diresepkan' untuk bercinta agar bisa tidur cepat.

"Berbeda kalau emang dia mengalami insomnia. Yah mau gimana juga tetap aja nggak bisa tidur," paparnya.

Baca juga: Pakar Tidur: Tak Ada Gunanya Merapel Tidur

Tetapi perlu diingat bahwa berbagai penelitian juga menyebut kurang tidur akan menurunkan kemampuan seorang pria untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi atau dengan kata lain memicu terjadinya disfungsi ereksi. Begitu juga dengan wanita.

Sedangkan penelitian lain yang dilakukan University of Michigan mengatakan kualitas bercinta seorang wanita sangat ditentukan oleh kualitas tidurnya. Bahkan peneliti mengungkapkan tiap kali seorang wanita mendapatkan jam tidur tambahan selama satu jam, kemungkinannya untuk berhubungan seks pada malam berikutnya menjadi 14 persen lebih besar.

Dan makin lama tidurnya, makin besar peluang si wanita untuk menikmati tiap sesi bercinta.(lll/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close