Dikatakan spesialis obstetri dan ginekologi di Blessings Fertility Center, Gurgaon, India, dr Parul Katiyar, merasa positif dan menerapkan pola makan sehat bisa membantu wanita cepat hamil. Apalagi jika tidak ada kondisi medis yang menghambat peluang hamil, mengonsumsi makanan yang tepat menurut dr Parul bisa meningkatkan peluang untuk hamil.
"Mengurangi asupan karbohidrat olahan seperti yang ditemukan dalam produk susu, kentang, atau jangung bisa mengurangi peradangan alat kelamin yang berkaitan dengan kesuburan Anda. Tenang saja, Anda masih bisa mengonsumsi makanan favorit Anda tapi pilih yang rendah indeks glikemik (iG)," tutur dr Parul seperti dikutip dari Lybrate, Rabu (2/3/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Makan Porsi Dobel Saat Hamil? Jangan Lakukan, Ini Bahayanya
Usahakan pula mengonsumsi setidaknya 25 mg protein nabati tiap hari. Menurut dr Parul, protein merupakan bagian penting dari pola makan untuk meningkatkan peluang kehamilan karena protein bisa membantu membuat hormon-hormon baru. Makanan kaya protein lainnya yang dianjurkan dr Parul di antaranya susu dan produk turunannya.
Untuk itu, dr Parul menyarankan asuplah setidaknya tiga porsi produk susu sehari mengingat susu juga banyak mengandung magnesium, kalsium, dan vitamin B12 yang baik untuk tubuh. Untuk konsumsi lemak, pilihlah lemak baik seperti yang terkandung di alpukat.
"Makanan olahan, daging berlemak, dan makanan cepat saji sebaiknya dikurangi atau bahkan dihindari. Sebab, makanan itu mengandung lemak jenuh termasuk lemak trans yang tinggi dan bisa mengakibatkan peradangan dan peningkatan radikal bebas dalam tubuh yang pada akhirnya mengurangi kesuburan Anda," lanjut dr Parul.
Jangan lupa untuk menambah asupan asam folat yang banyak terkandung di sayuran berdaun hijau. dr Parul mengatakan, asam folat merupakan nutrisi penting untuk membantu memastikan proses konsepsi yang sehat, selain mengurangi kejadian cacat lahir pada bayi. Meskipun, asupan asam folat dalam bentuk suplemen juga dibolehkan asalkan di bawah pengawasan dokter.
Baca juga: Kecukupan Nutrisi Harus Sudah Diperhatikan Sejak Merencanakan Hamil (rdn/up)











































