Pada Kamis (3/3/2016) para ilmuwan di Brazil mengumumkan mereka menemukan virus ternyata mampu menginfeksi nyamuk Culex quinquefasciatus di laboratorium. Di Brazil yang sedang wabah Zika, temuan ini bisa jadi tanda bahaya karena populasi nyamuk Culex diperkirakan 20 kali lebih umum daripada Aedes.
Pemimpin studi Constancia Ayres dari Oswaldo Cruz Foundation mengatakan sekitar 200 nyamuk Culex yang disuntikkan dengan darah terkontaminasi Zika di laboratorium menunjukkan tanda-tanda virus bisa bersikulasi dengan baik. Virus bergerak sampai ke kelenjar air liur yang artinya ketika sang nyamuk mengigit manusia maka kemungkinan besar bisa menginfeksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat sebuah kemudahan proses infeksi dan kemudahan penyebaran virus ke kelenjar liur," kata Ayres seperti dikutip dari Reuters, Jumat (4/3/2016).
Di Afrika tempat asli Zika ditemukan memang diketahui ada beberapa spesies nyamuk lain yang bisa membawa virus. Setidaknya ada 20 jenis nyamuk yang ditemukan peneliti bisa membawa Zika namun tak diketahui apakah para nyamuk itu juga bisa menularkan penyakit secara efektif ke manusia.
Untuk nyamuk Culex sendiri peneliti mengatakan mereka memiliki sifat yang berbeda dengan Aedes sehingga metode pemberantasannya juga tak sama. Sebagai contoh nyamuk Culex suka istirahat di tempat tinggi sementara Aedes di tempat rendah, ketika fogging maka penggunaan pestisidanya harus berbeda pula.
Baca juga: Ini Alasan Mengapa Fogging Tak Pernah Berhasil Basmi Nyamuk
(fds/vit)










































