Payudara besar yang dimiliki seorang perempuan ditentukan oleh hormon dan genetika. Ya, genetika menentukan cetak biru ukuran dan bentuk alamiah payudara seorang perempuan. dr Beta Subakti Nata'atmaja SpBP-RE(K) dari RS Onkologi Surabaya menuturkan hormon merupakan faktor dinamis pertumbuhan payudara, pada masa pubertas dan menyusui. Nah, keluhan payudara yang terlalu besar ini sering muncul pada masa pubertas atau setelah masa menyusui.
"Payudara yang menimbulkan keluhan adalah payudara yg berukuran sangat besar. Ini sudah merupakan kelainan, dalam medis disebut sebagai macromastia atau gigantomastia," terang dr Beta dalam perbincangan dengan detikHealth.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasien dr Beta yang memiliki payudara terlalu besar umumnya memiliki keluhan klasik, seperti pegal di tulang leher dan punggung atas. Ini merupakan akibat beban payudara yang kronis. Selain itu muncul peradangan kulit di lipatan payudara yang terjadi akibat kelembapan.
"Lalu sulit mencari ukuran BH yang sesuai," imbuh dr Beta.
Ada juga yang merasa minder dengan payudaranya yang terlalu besar. Bahkan tidak jarang ukuran payudara membuat seorang perempuan dibully rekan-rekannya.
"Juga sulit melakukan kegiatan yang aktif, seperti olahraga dan lain-lain," tambah dr Beta.
Baca juga: Selama 20 Tahun Lebih, Penari Ini Gunakan Implan Payudara Seberat 13 Kg
(vit/up)











































