Musim Hujan, Waspada Penyebaran Virus Flu Burung

Musim Hujan, Waspada Penyebaran Virus Flu Burung

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Senin, 16 Mei 2016 14:28 WIB
Musim Hujan, Waspada Penyebaran Virus Flu Burung
Foto: thinkstock
Jakarta - Memasuki musim hujan, Kementerian Pertanian mengimbau masyarakat waspada. Penyebabnya, virus flu burung ditengarai mengalami peningkatan penyebaran.

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh I Ketut Diarmita, MP, mengatakan data yang dimiliki Kementerian Pertanian menyebut virus flu burung sering kali dormant atau tidak aktif di musim kemarau. Memasuki musim hujan, virus baru aktif dan rajin berkembangbiak.

"Ketika suhu sudah sesuai dengan lingkungannya, sudah pas buat dia, baru virus yang sebelumnya tidur di dalam tubuh unggas-unggas itu bangkit. Pinter itu virus flu burung," ungkap Ketut, dalam temu media di Kementerian Pertanian, Senin (16/5/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketut menjelaskan bahwa berkaca pada tren penyebaran virus flu burung sejak tahun 2005 hingga 2015 selalu meningkat di bulan Maret dan April. Kemudian berangsur-angsur turun di bulan Mei hingga Juli.

Baca juga: Kasus Flu Burung Meningkat, Ditengarai karena El Nino

James McGrane, Team Leader Food and Agriculture Organization, Emergency Centre for Transboundary Animal Diseases (FAO-ECTAD) mengatakan hal yang sama. Perubahan temperatur cuaca dari dingin ke panas dan sebaliknya membuat virus lebih mudah berkembang biak.

"Kelembapan yang tinggi membuat virus lebih mudah hidup dan seperti kita ketahui, musim hujan di Indonesia selalu meningkatkan kelembapan. Pola ini sudah kita ketahui sejak dulu," ungkapnya.

Ketut mengatakan memang sudah ada beberapa langkah yang dilakukan agar penyebaran virus flu burung di musim hujan tidak separah biasanya. Langkah pertama yang dilakukan adalah memastikan peternak sudah melakukan vaksinasi kepada unggas.

"Memang pola selalu berulang tapi kok nggak selesai-selesai tampaknya. Padahal kita sudah melakukan langkah-langkah seperti vaksinasi, dan strategi lainnya," tutur Ketut.

Baca juga: Peneliti Ungkap Tipe Virus yang Berpotensi Picu Wabah

(mrs/vit)

Berita Terkait