PHW di Nepal Sudah 90% dari Bungkus Rokok, Akankah Indonesia Menyusul?

PHW di Nepal Sudah 90% dari Bungkus Rokok, Akankah Indonesia Menyusul?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Sabtu, 28 Mei 2016 12:17 WIB
PHW di Nepal Sudah 90% dari Bungkus Rokok, Akankah Indonesia Menyusul?
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Nepal menjadi salah satu negara di Asia yang sudah menggunakan Peringatan Kesehatan Bergambar atau Pictorial Health Warning (PHW) di 90 persen bungkus rokok. Sedangkan, Indonesia masih menggunakan PHW di 40 persen bungkus rokok.

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, dr HR Dedi Kuswendha MKes, berpendapat bahwa pemerintah yang bersangkutan memang memiliki awareness akan public health yang cukup tinggi. Sebab, menurut Dedy penggunaan tembakau terkait dengan public health.

"Kan dilihat Ini gimana nanti penggunaan produk tembakau ini. Kalau di kita masih susahlah, ya tahulah bagaimana. Tapi bagaimana pun PHW bahkan penggunaan plain packaging (kemasan polos di bungkus rokok) tetap kita perjuangkan," kata Dedi di Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/5/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pangsa pasar kita dengan 240 juta penduduk pastinya jauh dengan Nepal yang penduduknya hanya 30 jutaan. Nah untuk mencapai PHW supaya lebih dari yang diterapkan sekarang yaitu 40 persen, perlu kerja sama dengan sektor lain seperti Kemendag dan Kementerian Perindustrian," lanjut Dedi.

Meski begitu, Dedi menyebut bakal mendorong supaya tujuan tersebut tercapai salah satunya dengan melibatkan berbagai aliansi guna melakukan pendekatan.

Sebelumnya, Tara Singh Bam Dari The Union Asia Pacific menyebutkan di negaranya, Nepal, PHW sudah digunakan di 90 persen bungkus rokok. Indonesia dengan cakupan PHW 40 persen di bungkus rokok menempati urutan terakhir dari 13 negara di ASEAN.

Baca juga: Begini Terapi yang Diterima Pecandu Rokok di Klinik Berhenti Merokok

"Rokok yang diproduksi di Indonesia dan dikirim ke Nepal menggunakan PHW sampai 90 persen kemasan. Mari kita usahakan bersama supaya di Indonesia PHW bisa mengcover setidaknya 75 persen dari bungkus rokok di tahun 2016. Atau akan lebih baik jika bisa mencapai plain packaging," kata Tara.

Ia mengatakan, dengan kebijakan politik yang tepat, di Nepal menggunakan PHW minimum 75 persen untuk menutupi bungkus rokok. Tara menekankan untuk mencapai hal itu memang tidak mudah karena menurutnya, di negara manapun kekuatan industri rokok sama saja.

"PHW bisa membawa perubahan signifikan. Di Thailand 9 dari 10 orang yang memerhatikan PHW mengurungkan niatnya merokok dan 6 dari 10 orang berhenti merokok karena selalu melihat PHW di kemasan rokoknya," kata Tara.

Baca juga: Peluang Indonesia Terapkan Plain Packaging pada Bungkus Rokok (rdn/up)

Berita Terkait