Surat-surat tersebut disimbolkan sebagai pesawat kertas yang diikat ke balon. Lisda Sundari, Ketua Lentera Anak Indonesia, mengatakan pesawat kertas merupakan simbol dari harapan anak-anak dan pemuda yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
"10 Ribu pesawat kertas ini merupakan simbol dari surat-surat yang ditulis sendiri oleh anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia. Isinya merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah, khususnya Bapak Presiden Jokowi untuk segera mengakses FCTC," tutur Lisda, ditemui di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (29/5/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Baca juga: Peluang Indonesia Terapkan Plain Packaging pada Bungkus Rokok
Zihan Putri, remaja berusia 14 tahun asal Jakarta, merupakan perwakilan Pembaharu Muda yang juga menulis surat untuk Presiden Jokowi. Dalam suratnya, Zihan meminta Presiden Jokowi agar mengaksesi FCTC demi melindungi anak-anak Indonesia.
"Harapan saya adalah presiden segera mengakses FCTC untuk melindungi masyarakat Indonesia, terutama anak-anak dan remaja, dari bahaya rokok," ungkap siswi kelas 8 SMP IT Arrahman ini.
Lisda mengatakan 10 ribu surat yang terkumpul nantinya akan diserahkan ke Presiden Jokowi. Ia berharap surat-surat tersebut dapat dibaca oleh Presiden dan FCTC segera diaksesi.
"Kalau Pak Presiden sudah baca itu isinya harapan anak-anak di Indonesia agar FCTC segera diaksesi. Dengan adanya surat ini semoga Pak Presiden lebih berani dan tak menunda Aksesi FCTC," tuturnya.
![]() |
Baca juga: Begini Terapi yang Diterima Pecandu Rokok di Klinik Berhenti Merokok (mrs/up)













































