Janinnya Terdeteksi Down Syndrome, Courtney Sempat Disarankan Gugurkan Kandungan

Janinnya Terdeteksi Down Syndrome, Courtney Sempat Disarankan Gugurkan Kandungan

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 09 Jun 2016 14:03 WIB
Janinnya Terdeteksi Down Syndrome, Courtney Sempat Disarankan Gugurkan Kandungan
Courtney dan Emmy (Foto: Courtney Baker)
Florida - Saat hamil putri ketiganya, Courtney Baker disarankan oleh sang dokter untuk menggugurkan bayinya karena diketahui si bayi mengidap down syndrome. Tapi Courtney dan suaminya memutuskan untuk tetap mempertahankan bayinya.

Kini, bayi perempuan itu sudah berusia 15 bulan dan diberi nama Emersyn Faith atau kerap dipanggul Emmy. Memang Emmy mengidap down syndrome. Tapi, Courtney membuktikan pada sang dokter bahwa sang putri kini baik-baik saja dan apa yang dikatakan si dokter selama ini keliru.

"Butuh waktu satu tahun untuk memutuskan saya menulis surat ini hingga pada akhir Mei lalu saya dan Emmy mengirimkannya ke pos. Dulu dokter berusaha menyuruh saya menggugurkan Emmy tapi kini saya membuktikan bahwa mukjizat Tuhan bisa mengubah apapun. Ya, meski saya tidak tahu bagaimana reaksi dokter itu setelah membaca surat saya," tutur Courtney seperti dikutip dari berbagai sumber.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isi surat Courtney juga ia unggah di laman Facebook Parker Myles dan sudah dibagikan ribuan kali. Courtney berharap sang dokter bisa membaca suratnya dan melihat Emmy. Menurut Courtney, Emmy adalah bukti bahwa anak dengan kebutuhan khusus layak hidup di dunia ini dan punya kesempatan untuk mengubah dunia.

Nah, berikut ini isi surat Courtney:

Dear Dokter,

Baru-baru ini seorang teman bercerita pada saya ketika dokter spesialis prenatalnya melakukan pemeriksaan USG, si dokter mengatakan bayi teman saya amat sempurna. Hingga saat si bayi lahir dengan down syndrome lalu teman saya pergi ke dokter tersebut, si dokter mengatakan 'Saya sudah katakan pada Anda. Dia sempurna.'

Sementara saya senang mendengar cerita teman saya, saya justru sedih ketika ingat apa yang terjadi pada saya. Saya berharap Anda bisa jadi dokter tersebut kala itu.

Saya datang kepada Anda dengan kondisi putus asa, takut, dan cemas. Sebab, saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan bayi saya. Tapi, bukannya dukungan atau motivasi yang saya dapat, ketika diketahui bayi saya akan lahir dengan down syndrome, Anda menyarankan saya untuk mengugurkan dia. Bahkan saat saya memberi tahu nama yang sudah kami persiapkan, Anda meminta kami mengerti bagaimana rendahnya kualitas hidup kami jika membesarkan anak dengan down syndrome nantinya.

Emmy (Foto: Courtney Baker)


Hingga Anda pun meminta kami mempertimbangkan kembali keputusan untuk tetap mempertahankan bayi ini. Sejak kunjungan pertama itu, saya selalu merasa ketakutan. Sebab, Anda tidak pernah memberi tahu kami kebenarannya. Ya, anak saya sempurna.

Saya tidak marah dan kesal. Saya hanya sedih. Saya sedih Anda tidak bisa mengagumi detak jantung makhluk kecil di rahim saya. Saya sedih Anda tidak bisa melihat detail keajaiban yang rumit berupa jari tangan dan kaki yang manis, paru-paru, mata, dan telinga bayi ini. Saya sedih Anda sudah keliru mengatakan kualitas hidup kami bakal rendah karena merawat anak dengan down syndrome. Dan saya sedih karena Anda tidak pernah mengetahui anak saya, Emersyn.

Emersyn tidak hanya menambah kualitas hidup kami. Dia sudah menyentuh hati ribuan orang. Dia memberi kami tujuan dan sukacita yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dia selalu tersenyum, tertawa, dan memberi kecupan manis pada kami.

Saya berdoa supaya tidak ada ibu lain mengalami hal yang saya alami. Semoga Anda juga bisa lebih melihat keindahan dalam pemeriksaan USG seorang bayi. Saya berdoa ketika Anda melihat bayi yang memiliki down syndrome melalui USG, Anda bisa mengatakan bahwa bayi itu sempurna.

Baca juga: Dokter: Anak Down Syndrome Bisa Dideteksi Sejak dalam Kandungan

(rdn/vit)

Berita Terkait