detikhealth

Bahaya Depresi Pasca Melahirkan

Jangan Salah, Baby Blues Syndrome Tidak Sama dengan Depresi

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Selasa, 11/10/2016 12:36 WIB
Jangan Salah, Baby Blues Syndrome Tidak Sama dengan DepresiFoto: Ilustrasi ibu depresi (thinkstock)
Jakarta, Baby blues syndrome merupakan salah satu masalah kejiwaan yang juga bisa terjadi pada ibu yang baru melahirkan. Namun pakar menegaskan baby blues syndrome berbeda dengan depresi pasca melahirkan atau post-partum syndrome.

dr Andri SpKJ, dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, mengatakan baby blues sejatinya tidak dikategorikan sebagai gangguan jiwa, berbeda dengan depresi pasca melahirkan yang sudah masuk dalam daftar Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) internasional. Sementara baby blues merupakan kondisi yang umum terjadi pada perempuan ketika baru melahirkan.

"Biasanya terjadi kurang dari 2 minggu setelah melahirkan. Kondisi ini umum apalagi pada ibu baru, tapi nggak semuanya merupakan kondisi berat yang bisa mengancam nyawa anak," tutur dr Andri dalam perbincangan dengan detikHealth, baru-baru ini.

Baca juga: Gangguan Jiwa Bisa Muncul Kapan Saja, Tak Harus Pada Anak Pertama

Beberapa gejala yang muncul ketika ibu mengalami baby blues antara lain rasa cemas, ingin menangis dan mengkhawatirkan kondisi anak. Kondisi ini bisa muncul ketika melahirkan anak pertama, kedua ataupun seterusnya.

Dijelaskan dr Andri, baby blues rentan muncul pada ibu yang jauh dari suami dan keluarga inti. Perasaan tak mampu mengurus anak, ditambah tak ada tempat untuk cerita atau curhat, dapat menumpuk dan membuat ibu mengalami baby blues.

"Ibu juga akhirnya akan sulit tidur, nafsu makan berkurang dan akibatnya jadi loyo atau lemas. Tapi nanti akan hilang sendiri setelah beberapa hari atau 2 minggu. Kalau nggak hilang, segera periksa ke dokter karena bisa jadi sudah menjadi depresi pasca melahirkan," tambahnya.

Praktisi neurosains terapan, Anne Gracia, mengatakan baby blues membuat suasana hati ibu tak menentu. Suasana hati jadi tidak menentu bahkan sampai merasa stres dan sedih yang jika dibiarkan berlarut-larut akan berdampak juga untuk buah hati.

"Kalau baby blues ini terjadi terus, bayi bisa menjadi sasaran intonasi bicara ibu yang tinggi, bayi diurus sama ibunya dengan rasa letih, sehingga ibu terkesan menyesalkan keberadaan si anak. Anak juga lama-lama bisa merasakan bahwa kehadirannya tidak diinginkan," tuturnya beberapa waktu lalu.

Baca juga: 6 Hal Ini Dialami Oleh Ibu yang Depresi Pasca Melahirkan(mrs/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit