Jakarta -
Saat menjalani program penurunan berat badan, menahan rasa lapar bisa jadi tantangan sendiri bagi mereka yang melakukannya. Tapi, bukan berarti tak ada trik yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini lho.
Ya, sebab ada berbagai trik yang dapat diterapkan guna mencegah cepat lapar saat berdiet sehingga tujuan untuk sukses menurunkan bobot pun bisa dicapai, seperti dikutip dari Prevention. Apa saja?
Baca juga: Skip Makan Malam Bisa Bantu Turunkan Bobot, Tapi Sehatkah?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Sebisa mungkin pilih bahan makanan alami
Foto: iStock
|
Bahan makanan alami seperti sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan mengandung serat yang tinggi. Nah, mengonsumsi makanan ini membuat perut terasa kenyang lebih lama. Terlebih, serat larut air yang banyak terdapat di biji-bijian dan buah bida memperlambat pengosongan lambung dan menstabilkan gula darah.
Selain itu, makanan tinggi serat juga mengandung prebiotik yang bisa menjadi makanan probiotik (bakteri sehat) di saluran pencernaan. Untuk itu, disarankan konsumsilah minimal lima porsi buah dan sayur, plus kacang-kacangan dan biji-bijian.
2. 'Makan' lebih banyak bakteri baik
Foto: Thinkstock
|
Tinjaun studi di tahun 2013 menunjukkan bahwa jenis bakteri tertentu berpengaruh pada risiko obesitas. Disebutkan, beberapa bakteri memengaruhi jumlah energi yang diekstraksi dari makanan dan mengirim sinyal yang berefek pada metabolisme.
Nah, bifidobacteria disebut bermanfaat dalam menurunkan berat badan dan menurunkan gejala yang terkait obesitas, seperti meningkatkan penanda peradangan. Produk turunan susu seperti kefir, buttermilk, yoghurt, dan keju merupakan asupan kaya bifidobacteria.
Untuk itu, disarankan mengonsumsi setidaknya satu porsi produk turunan susu ditambah makanan kaya probiotik lain seperti miso dan tempe.
3. Bakar kalori dengan makanan
ilustrasi (Foto: Youtube/GettyImages)
|
Studi menunjukkan senyawa dalam cabai yakni capcaisin bisa membantu membakar kalori, menurunkan nafsu makan dan mengontrol berat badan. Untuk itu, menambahkan cabai kering, segar, atau bubuk ke masakan bisa dicoba. Misalnya, tambahkan bubuk cabai ke dalam pasta atau sup yang hendak dikonsumsi.
Selain itu, teh hijau yang memiliki zat polifenol catechins juga diyakini bisa membantu membakar kalori dan mengurangi rasa lapar. Maka dari itu, tak ada salahnya Anda mengganti kebiasaan minum kopi dengan teh hijau.
4. Pakai piring berukuran kecil
Foto: thinkstock
|
Studi baru dari Cornell University menunjukkan 92 persen orang menghabiskan makanan yang tersaji di piringnya. Mungkin kondisi ini tak masalah jika Anda mengonsumsi salad. Tapi bagaimana jika yang dikonsumsi makanan tinggi kalori?
Maka dari itu, peneliti merekomendasikan untuk melakukan trik 'mengelabui' diri. Caranya, gunakan piring dengan ukuran yang lebih kecil. Dengan begitu, Anda akan merasa makanan yang disajikan lebih banyak sehingga lebih mudah merasa kenyang dan 'puas' dengan makanan yang dikonsumsi.
Bahan makanan alami seperti sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan mengandung serat yang tinggi. Nah, mengonsumsi makanan ini membuat perut terasa kenyang lebih lama. Terlebih, serat larut air yang banyak terdapat di biji-bijian dan buah bida memperlambat pengosongan lambung dan menstabilkan gula darah.
Selain itu, makanan tinggi serat juga mengandung prebiotik yang bisa menjadi makanan probiotik (bakteri sehat) di saluran pencernaan. Untuk itu, disarankan konsumsilah minimal lima porsi buah dan sayur, plus kacang-kacangan dan biji-bijian.
Tinjaun studi di tahun 2013 menunjukkan bahwa jenis bakteri tertentu berpengaruh pada risiko obesitas. Disebutkan, beberapa bakteri memengaruhi jumlah energi yang diekstraksi dari makanan dan mengirim sinyal yang berefek pada metabolisme.
Nah, bifidobacteria disebut bermanfaat dalam menurunkan berat badan dan menurunkan gejala yang terkait obesitas, seperti meningkatkan penanda peradangan. Produk turunan susu seperti kefir, buttermilk, yoghurt, dan keju merupakan asupan kaya bifidobacteria.
Untuk itu, disarankan mengonsumsi setidaknya satu porsi produk turunan susu ditambah makanan kaya probiotik lain seperti miso dan tempe.
Studi menunjukkan senyawa dalam cabai yakni capcaisin bisa membantu membakar kalori, menurunkan nafsu makan dan mengontrol berat badan. Untuk itu, menambahkan cabai kering, segar, atau bubuk ke masakan bisa dicoba. Misalnya, tambahkan bubuk cabai ke dalam pasta atau sup yang hendak dikonsumsi.
Selain itu, teh hijau yang memiliki zat polifenol catechins juga diyakini bisa membantu membakar kalori dan mengurangi rasa lapar. Maka dari itu, tak ada salahnya Anda mengganti kebiasaan minum kopi dengan teh hijau.
Studi baru dari Cornell University menunjukkan 92 persen orang menghabiskan makanan yang tersaji di piringnya. Mungkin kondisi ini tak masalah jika Anda mengonsumsi salad. Tapi bagaimana jika yang dikonsumsi makanan tinggi kalori?
Maka dari itu, peneliti merekomendasikan untuk melakukan trik 'mengelabui' diri. Caranya, gunakan piring dengan ukuran yang lebih kecil. Dengan begitu, Anda akan merasa makanan yang disajikan lebih banyak sehingga lebih mudah merasa kenyang dan 'puas' dengan makanan yang dikonsumsi.
(rdn/vit)