Sebuah penelitian di jurnal Gut menyebut daging merah bisa meningkatkan risiko diverkulitis. Ini adalah radang pada divertikula, yakni semacam kantong yang terdapat di usus besar. Bukan kasus langka, sedikitnya 200.000 kasus ditangani di Amerika Serikat tiap tahunnya.
Dikutip dari Sciencedaily, Kamis (12/1/2017), jumlah kasusnya mengalami peningkatan terutama di kalangan orang-orang berusia lebih muda. Sekitar 4 persen di antaranya mengalami komplikasi jangka panjang yang parah, seperti lubang atau perforasi pada dinding usus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurang asupan serat juga diyakini sebagai penyebab, namun keterakaitan dengan pola makan yang lain belum banyak dipelajari selama ini. Termasuk, kaitannya dengan daging merah.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Tentang Asam Lambung
Penelitian selama 26 tahun ini melibatkan 764 pria, yang dikelompokkan berdasarkan seberapa sering mengonsumsi daging merah. Ada yang tidak pernah makan daging merah, kurang dari sekali dalam sebulan, serta 6 kali atau lebih dalam sehari.
Dibandingkan pada orang-orang dengan asupan daging merah paling rendah, orang-orang dengan asupan daging merah paling tinggi punya risiko 58 persen lebih tinggi untuk mengalami diverkulitis. Keterkaitannya paling kuat pada daging merah yang tidak diproses, dan menggantinya dengan ikan atau daging unggas berhubungan dengan penurunan risiko sebesar 20 persen.
Baca juga: Konsumsi Daging Merah Berbahaya Bagi Kesehatan Jantung, Mitos atau Fakta? (up/vit)











































