Lewatkan Sarapan atau Makan di Jam Sesukanya? Awas Sakit Jantung

Lewatkan Sarapan atau Makan di Jam Sesukanya? Awas Sakit Jantung

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 02 Feb 2017 09:02 WIB
Lewatkan Sarapan atau Makan di Jam Sesukanya? Awas Sakit Jantung
Foto: thinkstock
Jakarta - Sarapan adalah hal terbaik yang bisa dilakukan untuk memulai hari. Karena bagaimanapun sarapan dibutuhkan untuk mengisi sumber tenaga kita sebelum beraktivitas.

Namun sebagian orang memiliki kebiasaan buruk, seperti melewatkan sarapan atau menunda sarapan hingga siang hari. Padahal penelitian terbaru mengatakan, waktu makan kita sama pentingnya dengan apa yang kita konsumsi.

Hal ini disampaikan oleh tim peneliti dari Columbia University baru-baru ini setelah melakukan tinjauan terhadap beberapa studi tentang kebiasaan sarapan dan kaitannya dengan penyakit jantung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya, mereka yang rutin makan pagi setiap hari dilaporkan jarang memiliki tingkat kolesterol dan tekanan darah yang tinggi.

Sebaliknya, mereka yang kerap melewatkan sarapan atau malah lebih memilih ngemil seharian cenderung mengalami kelebihan berat badan, kurang gizi atau didiagnosis dengan diabetes.

Ada pula studi yang mengatakan, orang yang melewatkan sarapan berisiko 27 persen lebih tinggi untuk terkena serangan jantung dan 18 persen terserang stroke.

Tonton video 20detik di sini:




"Waktu makan menjadi penting karena ini ada kaitannya dengan jam biologis tubuh," simpul peneliti Marie-Pierre St-Onge seperti dilaporkan The Telegraph.

Meski baru sebatas pengamatan pada hewan, dari situ dapat dilihat ketika hewan diberi makan saat tubuhnya sedang berada pada fase tidak aktif, misal ketika tidur, maka jam biologisnya juga akan melakukan reset (pengaturan ulang) yang ikut mengubah proses metabolisme yang ada.

Akibatnya terjadi kenaikan berat badan yang tidak diinginkan, resistensi insulin maupun peradangan di dalam tubuh yang dapat memancing beragam penyakit.

Peneliti juga menemukan bukti lain di mana kebiasaan makan di tengah malam kemudian dikaitkan dengan tingginya risiko gangguan pada kardiometabolik seseorang.

Baca juga: 4 Aturan Sarapan yang Perlu Diingat Saat Sedang Ingin Turunkan Bobot

Menurut ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor, Prof Hardinsyah, MS, PhD, ketika menentukan kapan waktu yang tepat untuk sarapan, ada dua hal yang harus dipertimbangkan. Pertama, kapan gula darah seseorang turun.

"Ketika bangun tidur selama dua jam tapi belum sarapan, itu membuat penurunan gula darah yang drastis. Artinya, dua jam setelah bangun tidur harus sudah sarapan," katanya seperti diberitakan detikHealth sebelumnya.

Ia juga mempertimbangkan ketentuan jam kerja di Indonesia. Rata-rata jam kerja orang Indonesia adalah sekitar pukul 7-8 pagi. Artinya sarapan harus dilakukan sebelum jam 9.

"Namun semua masih bisa diatur sesuai aktivitas ya. Misalnya memulai aktivitasnya jam 7 artinya sebelum jam 7 sudah sarapan sebaiknya. Kalau aktivitasnya jam 5, ya sebelum jam 5 sarapannya. Itu prinsipnya sebelum memulai kegiatan sehari-hari," ucapnya.`

Baca juga: Sering Typo di Kantor? Mungkin karena Anda Lupa Sarapan


(lll/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads