Hal tersebut sebetulnya keliru karena bisa membuat kondisi luka lebih parah. Pada awalnya mungkin tidak terasa karena saraf kebas oleh suhu dingin es tapi nantinya proses penyembuhan luka akan berjalan lebih lama.
Baca juga: Pertama di Dunia, Perempuan Ini Jalani Operasi Luka Bakar dengan Kulit Ikan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika terjadi penurunan suhu yang drastis, air yang mungkin berada pada sel-sel kulit dapat berubah jadi kristal tajam dan merusak stuktur sekitar. Aliran darah juga berkurang drastis karena ada penyusutan pembuluh sehingga proses perbaikan terhambat.
"Bukti menunjukan bahwa pendinginan yang berlebih dan lama pada luka bakar, seperti menggunakan es batu segera setelah terluka, pada beberapa kasus justru lebih berbahaya," kata peneliti seperti dikutip dari jurnal Burn, Jumat (3/1/2017).
Kerusakan yang terjadi pada kulit akibat es diketahui dengan istilah frostbite. Ketika kandungan air pada sel-sel pecah mengkristal pembuluh darah, saraf, dan otot-otot dapat alami kerusakan hingga sampai kematian jaringan.
Baca juga: Suka Mengunyah Es Batu? Ini Dampak Negatifnya bagi Kesehatan Gigi
(fds/up)











































