detikhealth
Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/

Suami Istri Kerap Bertengkar, Haruskah Pernikahan Dipertahankan?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 08/02/2017 14:20 WIB
Suami Istri Kerap Bertengkar, Haruskah Pernikahan Dipertahankan?Foto: detikcom
Jakarta, Salam Mbak Wulan, saya sudah menikah selama 2 tahun dan memiliki 1 putra. Sejak awal pacaran memang kami selalu berbeda pendapat dalam hal apapun sampai mengakibatkan pertengkaran hebat. Sampai sekarang pun masih seperti itu, bahkan suami tidak segan untuk memukul saya walaupun sesaat. Setelah itu suami selalu meminta maaf pada saya. Memang tidak setiap hari terjadi pertengkaran, untuk keseharian kami sangat harmonis kadang pertengkaran kami adalah hal sepele.

Saya merasa pernikahan kami sudah tidak perlu dipertahankan tapi ada satu hal yang membuat saya mempertahankan pernikahan kami yaitu adalah kedua orang tua saya. Saya tidak ingin orang tua saya bersedih. Pertimbangan saya jika saya memilih berpisah dengan suami, orang tua saya pasti akan sangat bersedih karena sampai saat ini keluarga tidak ada yang mengetahui kalau saya dan suami pernah sekalipun bertengkar. Kami selalu menutupinya dari keluarga kami masing-masing. Yang ingin saya konsultasikan apakah saya harus tetap mempertahankan pernikahan kami atau mengakhirinya? Terimakasih Mbak Wulan. Salam.

I (Wanita, 34 tahun)

Jawaban

Dear Mbak I,

Perbedaan pendapat tentu hal yang biasa dalam sebuah hubungan. Namun, menyelesaikan perbedaan pendapat dengan melakukan kekerasan tentu saja menjadikan hal tersebut tidak biasa. Jika suami memukul dan kemudian meminta maaf, waspadai Anda sedang berada di dalam siklus kekerasan. Semakin lama siklus itu berjalan, akan semakin sulit pula untuk keluar dari hubungan.

Saya bisa mengerti jika Anda tidak ingin membebani orang tua dengan masalah Anda. Namun, kekerasan juga bukanlah hal yang bisa didiamkan. Kekerasan memang bisa terjadi karena banyak faktor, seperti pola asuh, kepribadian, kematangan emosional, dsb. Jika Anda masih mempertimbangkan untuk melanjutkan hubungan, sebaiknya Anda tetap melakukan sesuatu, seperti melakukan konsultasi pernikahan. Mengubah orang yang biasa menyelesaikan permasalahan dengan cara fisik tentu saja tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin dilakukan jika Anda berdua sama-sama ingin menyelamatkan perkawinan. Apalagi Anda katakan masih ada masa dimana hubungan Anda harmonis.

Ingat yang perlu diselamatkan dari kekerasan bukan hanya Anda, tetapi juga putra Anda. Sebagai orang tua, Anda tentu ingin membesarkan anak Anda dalam situasi kondusif yang penuh kasih sayang. Apakah situasi yang ada saat ini Anda rasakan kondusif untuk membesarkan anak? Apakah Anda dan ayahnya bisa menunjukkan relasi yang baik kepada anak, yang akan menjadi pegangan dia dalam menjalin relasi dengan orang lain?

Keluar dari siklus kekerasan memang tidak mudah. Semoga saya salah, hanya seringkali yang terjadi pada siklus kekerasan adalah intensitas akan semakin tinggi dengan frekuensi yang semakin sering muncul. Apalagi Anda katakan bahwa masalah yang Anda hadapi terkadang adalah masalah sepele, tapi tetap bisa ada kekerasan yang terjadi.

Jika Anda masih ada kebimbangan karena khawatir membuat orang tua Anda bersedih, bagaimana kalau pertimbangannya dibalik. Kira-kira apa yang orang tua Anda rasakan jika anaknya mengalami kekerasan selama ini? Apa yang kira-kira akan orang tua rasakan ketika alasan Anda untuk menerima segala bentuk kekerasan adalah karena Anda tidak ingin membuat mereka bersedih? Apa yang Anda rasakan terhadap perasaan orang tua Anda tersebut? Apa yang bisa Anda lakukan saat ini?

Jika masalah ini mulai membebani Anda, Anda tetap bisa melakukan konseling individual dengan profesional seperti psikolog klinis dewasa untuk bisa melihat permasalahan secara komprehensif. Barangkali ada alternatif lain yang bisa dilakukan tanpa membebani dan membahayakan Anda lebih lanjut.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close