Hal itu karena tunanetra dianggap sebagai individu dengan 'kekurangan' sehingga tidak banyak tempat kerja yang mau menerima. Hingga akhirnya belakangan ini muncul sebuah usaha yang justru memandang para tunanetra sebagai tenaga potensial.
Baca juga: Ini Eka, Penyandang Tunanetra yang Serba Bisa
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Pengembangan Bisnis CPL Aromas, Mathew Menacherry, mengatakan awalnya memang perusahaan merekrut tunanetra sebagai bentuk tanggung jawab sosial saja. Hanya saja seiring berjalannya waktu terlihat bahwa para karyawan tunanetranya mampu berkontribusi besar.
"Mereka (tunanetra -red) benar-benar memiliki indra penciuman yang lebih superior. Oleh karena itu dari perspektif bisnis mereka sangat berharga untuk kita karena kemampuannya jarang dimiliki orang lain," ungkap Mathew seperti dikutip dari BBC, Senin (20/2/2017).
Ada sekolah khusus yang didirikan untuk melatih para tunanetra. Di dalam sebuah laboratorium di Mumbai, para murid dilatih untuk mengidentifikasi dua bau yang berbeda.
"Menurut saya, para murid ini satu langkah lebih maju dibanding orang-orang yang bisa melihat," kata salah satu guru pengajar Renuka Thergaonkar.
Baca juga: Video: Mengenal Zizi, Bocah Tunanetra yang Jago Main Piano
(fds/vit)











































