detikhealth

Mendikbud Larang Keras Siswa Lakukan Skip Challenge

Andhika Prasetia - detikHealth
Sabtu, 11/03/2017 16:14 WIB
Mendikbud Larang Keras Siswa Lakukan Skip ChallengeFoto: Mendikbud Muhadjir Effendy (Dika-detikcom)
Jakarta, Skip challenge di mana seseorang sengaja dibuat berhenti bernapas sejanak mulai marak dilakukan, terutama oleh para pelajar. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pun melarang para siswa untuk melakukan tantangan semacam itu.

Mendikbud juga mengimbau para guru dan kepala sekolah memberikan perhatian khusus terhadap aktivitas siswa di lingkungan sekolah.

"Permainan Skip Challenge sangat berbahaya bagi siswa dan ini harus diberikan larangan keras. Guru dan Kepala Sekolah perlu memberikan perhatian terhadap aktivitas siswa di lingkungan sekolah," kata Mendikbud di sela-sela kunjungan kerjanya ke Bandung, Jawa Barat, seperti keterangan tertulis yang diterima detikHealth, Sabtu (11/3/2017).

Mendikbud menambahkan perlu dipahami bagi para siswa bahwa permainan tersebut sangat membahayakan jiwa, baik jangka pendek ataupun jangka panjang. "Apa yang dilakukan sewaktu muda, akan memberikan dampak saat sudah tua. Permainan tersebut sangat membahayakan, dan akan berdampak buruk bagi kesehatan siswa," katanya.


Baca juga:
Tanggapi Skip Challenge, Kemenkes Harapkan Peran UKS dan Orang Tua

Mendikbud berharap para siswa di bawah bimbingan guru dan kepala sekolah tidak melakukan tindakan yang berbahaya dan tidak mendukung masa depan. Ia menekankan bagi para siswa agar melakukan aktivitas yang positif dalam mengekspresikan diri. Aktivitas siswa saat-saat jam istirahat dan jam pulang sekolah perlu menjadi perhatian sekolah dan aktivitas yang membahayakan harus segera diberhentikan.

Saat ini sedang viral video yang mempertunjukkan siswa melakukan tantangan skip challenge atau pass out challenge. Tantangan ini dilakukan dengan cara menekan dada sekeras-kerasnya selama beberapa waktu sehingga menyebabkan pelakunya kejang dan pingsan. Banyak siswa menganggap bahwa aktivitas tersebut merupakan pengalaman yang menegangkan dan menyenangkan.

Tetapi, tanpa disadari oleh para siswa, mereka pingsan karena asupan oksigen ke otak terhenti beberapa saat. Hal itu dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak dan berakibat fatal seperti terjadinya kerusakan otak atau kelumpuhan organ-organ vital lainnya. Praktisi kesehatan telah melarang tantangan yang berbahaya ini. Namun, masih banyak yang belum memahami risikonya.

"Diharap orang tua dapat lebih aktif berkomunikasi dan memantau aktivitas anak-anaknya. Peran orang tua untuk memberikan pemahaman tentang risiko aktivitas berbahaya seperti skip challenge sangatlah penting," pungkas Mendikbud.

Baca juga: Dokter Ingatkan Bahaya di Balik Tren Pass Out Challenge(dkp/rdn)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close