Ahli psikologi Profesor Emily Holmes dari University of Karolinska telah bertahun-tahun mengeksplorasi manfaat medis dari tetris. Prof Emily mengatakan permainan tetris bisa sangat kuat melibatkan kemampuan memori visual sehingga bisa dipakai seperti untuk mencegah kondisi Post-traumatic syndrome disorder (PTSD).
Baca juga: Ini Sebabnya Remaja Perempuan Lebih 'Menderita' karena Trauma
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah 20 menit bermain, para pasien sudah cukup terdistraksi sehingga memori kecelakaan tidak lagi terbentuk di otaknya.
"Temuan studi kami menunjukkan bahwa bila Anda segera setelah trauma terlibat dalam aktivitas yang sangat menyita perhatian visual, ini akan membantu mencegah memori tersebut tersimpan di dalam otak secara sangat nyata," kata Prof Emily seperti dikutip dari BBC, Rabu (29/3/2017).
Prof Emily mengatakan kira-kira ada jendela waktu hingga 6 jam untuk dilakukan terapi setelah kejadian traumatis. Lebih dari itu maka gangguan traumatis bisa terbentuk sehinga penanganannya juga akan sulit.
"Intervensi pencegahan untuk kejadian pascatrauma saat ini masih kurang. Sementara itu kecelakaan kendaraan bermotor adalah penyebab umum trauma dan efeknya terkait gangguan mental sudah banyak diketahui," ungkap Prof Emily.
Baca juga: Setelah Mengalami Kecelakaan, 30 Persen Anak Bisa Terkena PTSD (fds/vit)










































