detikhealth

Diet Experience

Food Combining Plus Rutin Zumba, Dini Turun Berat Badan 9 Kg

Dini Suryani - detikHealth
Selasa, 18/04/2017 13:33 WIB
Before
After
Mataram - Berat badan Dini Suryani (33) kian menanjak semenjak dirinya hamil. Sayangnya pasca melahirkan berat badannya tak kunjung turun. Dini pun kerap menjadi bahan ledekan teman-temannya.

Dari semula 50 kg, saat hamil berat badannya naik menjadi 72 kg, pasca melahirkan pun bobotnya yang turun hanya satu kilogram saja. Hal ini kemudian membuat Dini berupaya mencari cara untuk memperbaiki pola makannya. Berikut kisah dietnya, seperti ditulis detikHealth pada Selasa (18/4/2017):

Dulu sebelum menikah dan punya anak, tubuh saya termasuk ideal. Dengan tinggi 168 cm, berat badan saya kala itu hanya 50 kg. Semua baju saya selalu berukuran S atau M. Ketika hamil besar, bobot saya naik 22 kg mencapai 72 kg!

Sampai kemudian anak saya lahir dan berusia 3 tahun, berat badan saya hanya turun sekilo saja. Saya pun mulai gerah mendengar ledekan dari orang-orang di sekitar tentang badan besar saya.

Akhirnya pada suatu hari, saya melihat postingan salah seorang sepupu saya di Facebook tentang diet mayo, saya pun tertarik mengikutinya. Berbekal hasil searching, saya mempelajari cara dan menu-menunya. Dalam 13 hari diet mayo, berat badan saya yang tadinya 71 kg turun menjadi 67 kg.

Pasca diet mayo, saya mencoba food combining. Pagi hari saya minum jeruk nipis peras yang dicampur air hangat. Kemudian sarapan dengan semangkuk pepaya, dan di jam-jam berikutnya saya makan buah sampai tiba waktu makan siang. Makan siang pun saya banyak makan sayuran yang digabung dengan protein, biasanya telur rebus dua butir atau tahu tempe.

Makan malam saya paling telat jam 6 sore berupa sayuran. Untuk karbohidrat, menu nasi saya ganti dengan jagung atau kentang. Di atas jam 6 sore saya tidak makan apa-apa lagi. Malamnya saya minum secangkir teh herbal tanpa gula dan air putih.

Saya mengganti minyak goreng dengan minyak zaitun dan juga mengizinkan diri saya untuk cheating setiap hari, hanya saja porsinya saya batasi.
Misalnya segigit atau dua gigit saja, cukup untuk memuaskan lidah dan menghilangkan rasa penasaran akan rasa makanan tersebut. Saya juga setiap hari mencatat apapun yang saya makan. Dengan begitu, saya bisa mengontrol kalori yang masuk ke tubuh saya.

Di saat jam istirahat kantor, saya manfaatkan waktu untuk zumba selama 20 menit bersama seorang rekan kerja di sebuah ruangan kosong kantor dan bermodalkan tutorial dari Youtube. Malamnya saat anak tidur, saya sempatkan juga berolahraga menggunakan alat stepper yang saya sewa selama 30 menit.

Saat ini sudah berjalan 1,5 bulan dan bobot saya sudah turun 9 kg. Baju-baju lama saya pun kembali muat. Berat saya saat awal diet 71 kg, saat ini menjadi 62 kg. Masih ada PR beberapa kg lagi, tapi sejauh ini saya cukup puas dengan apa yang sudah saya capai.

Baca juga: Rutin Freeletics dan Berenang, Hendrik Berhasil Turun Bobot 15 Kg!



(ajg/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit