detikhealth

Waktu Paling Tepat Memberi Stimulasi Janin di Kandungan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Sabtu, 13/05/2017 20:50 WIB
Waktu Paling Tepat Memberi Stimulasi Janin di KandunganFoto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Kehadiran buah hati selalu didambakan oleh pasangan manapun. Bahkan saking girangnya, banyak orang tua yang merasa telah berinteraksi dengan si janin sejak usia kandungannya masih kecil.

"Kadang saking senengnya, umur (kehamilan, red) 2 bulan bilangnya bayinya sudah gerak-gerak, sudah bisa mendengar, itu salah," tegas Dr dr Irwanto, SpA(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga-RSUD Dr Soetomo.

Hal ini karena sejak terbentuknya embrio pasca pertemuan sel telur dan sperma hingga usia kandungan memasuki tujuh bulan, yang terjadi di dalam rahim ibu adalah pembentukan organ janin, sehingga pada masa-masa itu bayi belum dapat diajak berinteraksi.

"Baru setelah itu dia mulai mendengar dan melihat. Jadi kalau kita memulai stimulasi, justru pada bulan ke-7," tandas dr Irwanto.

Hal ini disampaikannya dalam Seminar Golden Period Development: Menggendong Bayi dengan Standar Ahli di RS Penyakit Tropis dan Infeksi Universitas Airlangga, Sabtu (13/5/2017).

Baca juga: Adakah Manfaat Memperdengarkan Musik Klasik pada Janin? Ini Kata Dokter

Jenis stimulasi yang diberikan juga sangat beragam, tergantung preferensi orang tua masing-masing. Yang terpenting janin diajak berinteraksi.

Ia mengambil contoh bila di Barat, orang tua diklaim sering memperdengarkan musik klasik seperti karya Mozart untuk stimulasi janin mereka.

"Di luar negeri, penelitian menggunakan musik Mozart. Tapi kan ibu-ibu kita mana seneng Mozart. Senengannya dangdut, ya silakan. Kuncinya endorfin ibunya meningkat, kortisol, hormon stres, menurun," paparnya.

Bila stimulasi diberikan dengan tepat dan kontinyu, dokter berkacamata itu meyakinkan bahwa sel-sel dalam otak janin akan saling terhubung satu sama lain membentuk apa yang disebut dengan sinaps. Makin banyak sinaps yang terbentuk di otak janin, kecerdasan janin tak hanya meningkat tetapi juga majemuk. Meski demikian, tak ada anak yang bisa cerdas dalam bidang apapun sekaligus.

"Anak tidak bisa dijadikan superwoman-superman. Makanya dalam perjalanannya, kita sebagai orang tua harus tahu anak ini mana yang paling menonjol. Kalau dari bayi diajari sembarang (apa saja, red) tanpa sadar itu juga menyebabkan anaknya tidak sehat," terang dr Irwanto.

Untuk itu ia juga menegaskan bahwa orang tua tak perlu memberikan pelajaran tambahan agar anak menguasai hal tertentu seperti musik atau olahraga, karena nanti bakat atau ketertarikan anak akan menonjol dengan sendirinya.

Baca juga: Anak Jadi Lebih Pintar Bila Stimulasinya Dimulai Sedini Mungkin(lll/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit