detikhealth
Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/

Dilema Wanita Karier Sekaligus Mengurus Anak

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 07/06/2017 17:47 WIB
Dilema Wanita Karier Sekaligus Mengurus AnakIlustrasi wanita karier yang dilema/Foto: thinkstock
Jakarta, Halo Mbak Wulan, saya seorang wanita karier dan sudah memiliki satu anak perempuan. Pada awal pernikahan, kita memiliki kesepakatan untuk tidak mengganggu pekerjaan satu sama lain. Namun, ketika sudah memiliki anak, suami saya seakan-akan menuduh saya menelantarkan anak.

Dia mengatakan tugas saya adalah mengurus anak dan bukan bekerja. Tapi bukannya saya dan suami sebagai orang tua seharusnya berbagi tugas Mbak? Sedangkan suami saya tidak pernah ikut dalam mengurus anak.

Setiap saya pulang kerja saya selalu yang mengurus anak padahal saya capek Mbak. Informasi tambahan Mbak, anak saya titipkan kepada mertua saya yang tinggalnya masih satu lingkungan sama rumah saya Mbak.

P (Perempuan, 28 tahun)

Jawaban

Halo Mbak P,

Perbedaan kondisi seiring bertambahnya usia pernikahan memang sesuatu yang biasa terjadi, adanya perbedaan tersebut tentu saja membutuhkan penyesuaian dari kedua belah pihak. Misalnya, pernikahan sebelum dan sesudah ada anak tentu saja berbeda dengan bertambahnya peran dan tanggung jawab.

Bagaimana tanggapan suami jika Anda menanyakan lebih lanjut, apa yang ia maksud dengan pernyataan 'tugas istri adalah mengurus anak dan bukan bekerja?'. Pernyataan tersebut tidak selalu menyatakan bahwa Anda menelantarkan anak. Sebaiknya klarifikasi kembali pernyataan ini kepada suami, sehingga tidak menambah perasaan bersalah Anda meninggalkan Anak dengan mertua sementara Anda bekerja.

Idealnya memang pasangan bersama-sama dalam mengasuh anak. Keterlibatan pasangan dalam mengasuh anak, salah satunya, biasanya bisa dilihat dari peran ayah di dalam keluarganya. Nilai-nilai pembagian peran konvensional bahwa suami mencari nafkah dan istri mengurus anak dan rumah biasanya diturunkan dari keluarga sebelumnya. Jika ini yang terjadi, usaha Anda untuk mengajak suami berperan dalam mengurus anak tentu tidak mudah, tetapi bukan tidak mungkin untuk dilakukan.

Tentu saja Anda juga membutuhkan istirahat karena bekerja. Baik sekali yang Anda lakukan bahwa meskipun lelah, Anda menyadari bahwa Anda tetap perlu mengasuh anak dan keperluannya. Coba ajak suami bicara dari hati ke hati. Sampaikan dengan menggunakan I Message, bukan You Message. Contoh You Message adalah 'kamu harusnya bantu urus anak dong, emangnya kamu doank yang capek kerja?'. Contoh I Message adalah 'Aku butuh bantuan untuk mengurus anak sendirian, bisa bantu ajak main anak main/ gendong dulu sementara aku mandi?'.

Untuk menjelaskan pentingnya peran ayah pada pengasuhan anak, bisa lewat komunikasi secara langsung melalui artikel-artikel yang menjelaskan efek dari pengasuhan papa kepada anak, apabila ayah terlibat dalam pengasuhan anaknya, anak cenderung lebih cerdas, ceria dan perkembangan psikologisnya lebih matang.

Jika sangat sulit bersepakat tentang pengasuhan, terkadang masalahnya ada di hubungan antara suami dan istri, coba cermati permasalahan apa saja antara Anda dan pasangan. Jika sulit menyakinkan pasangan coba minta bantuan dari orang yang dihormati suami Anda untuk dapat mengingatkan agar lebih terlibat dalam pengasuhan anak, jangan lupa lebih banyak bergaul dengan sesama teman suami yang banyak mengasuh anaknya bukan hanya bekerja. Semoga jawabannya membantu ya.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit