detikhealth

Tak Perlu Jaim! Ortu Perlu Follow Akun Anak di Medsos, Ini Alasannya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Kamis, 08/06/2017 13:35 WIB
Tak Perlu Jaim! Ortu Perlu Follow Akun Anak di Medsos, Ini AlasannyaJangan ragu untuk mengikuti aktivitas anak di medsos (Foto: GettyImages/Andreas Rentz)
Jakarta, Sangat beragam perilaku anak dan remaja di media sosial (medsos) ada yang positif dan tidak sedikit pula yang negatif. Mereka yang berperilaku negatif sering kali terlewat dari pengawasan orang tua. Hal ini dikarenakan ketidakpahaman orang tua mengenai perkembangan teknologi, khususnya medsos.

Perilaku negatif anak dan remaja baru-baru ini menimbulkan kasus pemburuan dan main hakim sendiri oleh sekelompok orang atau biasa disebut persekusi. Kasus ini menyerang remaja berusia 15 tahun karena memposting hate speech di medsos.

Menurut psikolog anak, Novita Tandry dalam mengawasi perilaku anak dapat dilakukan dengan mengikuti semua akun medosnya. "Orang tua punya akun media sosial justru bagus dong. Orang tua ngga boleh gaptek (gagap teknologi), kalau ngga punya jadi ngga tahu apa yang sedang terjadi di media sosial itu," tuturnya saat ditemui pada temu media di Hotel Shangri-La, Jalan Jendral Sudirman Kav 1, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Baca juga: Bagaimana Mengajarkan Perilaku Positif di Medsos ke Anak?

Hal terpenting yang harus dipikirkan orang tua adalah bagaimana anak tidak merasa diawasi ketika orang tua mem-follow semua akun medsosnya. Tugas orang tua adalah mencari cara bagaimana bisa masuk ke dunia anak sekaligus membuat anak merasa senang dan bangga ketika mengetahui orang tuanya mengikuti perkembangan teknologi.

"Kalau ibunya seperti saya punya akun media sosial, anak malah bangga karena emaknya gaul," kata Novita kepada detikHealth.

Dengan anak merasa seperti itu, orang tua akan dengan mudah mengawasi perilaku anak-anaknya di medsos. Namun Novita mengingatkan bahwa itu hanya berfungsi untuk mengawasi dan bukan untuk mengontrol mereka dengan bertanya kepada teman-temannya.


"Tapi jangan mengontrol! Paling tidak kamu tahu siapa teman-temannya dan bagaimana nilai-nilai yang ada dalam hidup mereka, jadi bisa dijadikan acuan untuk ngobrol dengan anak," pungkas Novita.

Baca juga: Saran Psikolog Soal Perilaku Anak di Medsos(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit