detikhealth

Studi: Pemerkosaan Jadi Momok Paling Menakutkan Bagi Wanita

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Jumat, 09/06/2017 07:35 WIB
Studi: Pemerkosaan Jadi Momok Paling Menakutkan Bagi WanitaFoto: dok detikcom
Jakarta, Menurut Patricia D. Rooze, peneliti dari Women's Studies Encyclopedia, pemerkosaan adalah ketakutan yang paling sering muncul di otak wanita, bahkan melebihi kemalingan atau pembunuhan, seperti yang dikutip dari Healthy Place, Jumat (9/6/2017).

Dari hasil sebuah studi, ketakutan wanita akan pemerkosaan didasari oleh empat hal, seperti dilansir Gem Wood. Yang pertama, wanita adalah korban pemerkosaan yang paling besar dibandingkan pemerkosaan yang diarahkan pada kaum Adam.

Alasan kedua adalah wanita sudah dipersepsikan sebagai sasaran pelaku tindak pelecehan seksual. Selanjutnya, para perempuan sendiri sering disosialisasikan untuk takut akan tindak pemerkosaan. Terakhir, sistem pemerintahan atau lingkungan sosial yang masih menyalahkan si wanita sebagai penyebab peristiwa menyeramkan yang ia alami dengan paksaan atau ancaman.

Baca Juga: Pelecehan Seks di Masa Kecil Bisa Pengaruhi Kelainan Perilaku?

Ketakutan akan hal buruk tersebut makin menjadi apabila ia dipancing oleh beberapa hal seperti ketika ia berjalan di malam yang gelap. Faktor lain yang dapat memanggil ketakutan ini adalah apabila mendengar suara siulan, rayuan, atau panggilan, yang dilakukan oleh pria asing ketika mereka berjalan di jalanan.

Padahal kenyataannya pemerkosaan tidak hanya dilakukan oleh orang asing, namun juga oleh orang-orang terdekat. Kebanyakan wanita yang mengalami hal ini diakibatkan karena mereka terlalu mudah memberikan rasa percaya kepada teman-teman prianya. Ditulis oleh rapecrisis.org.uk, 10 persen pemerkosaan dilakukan oleh orang-orang asing dan 90 persennya justru dilakukan oleh orang-orang yang sudah dikenal.

Baca Juga: Latihan Yoga Bantu Wanita Ini Sembuh Dari Trauma Akibat Pelecehan Seksual

Hal ini diperkuat oleh penyataan dari Abby Maestas, executive director dari Rape Recovery Center. "Orang takut akan orang asing, meskipun kenyataannya pelaku bisa datang dari yang kita kenal. Ia bisa jadi siapa saja, mungkin ia adalah ayah, saudara laki-laki, paman, tetangga atau mungkin anak Anda sendiri," katanya yang ditulis di situs PBS.org.(ajg/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit