Menurut pakar gizi Cynthia Sass, MPH, RD, 'menghajar' virus flu hanya dengan vitamin C, terutama saat sudah terlanjur kena, tidak sepenuhnya efektif. Sass menyebutkan sembuh flu hanya dengan konsumsi vitamin C adalah mitos.
"Saat cuaca buruk dan flu banyak menyebar, orang-orang yang sudah kena mulai banyak mengonsumsi vitamin C, baik dari suplemen maupun makanan lain. Sayangnya, hal ini tidak seefektif yang dipikirkan," ungkap Sass, seperti dikutip dari Health.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Saat Sudah Mau Bersin Tapi Tiba-tiba Tak Jadi, Apa Penyebabnya?
"Dalam penelitian tersebut, hasil yang positif juga banyak ditemukan pada responden pria. Sebaliknya, efek dari vitamin C terhadap flu atau pilek tidak terlalu signifikan pada responden wanita," imbuhnya.
Bukan berarti lantas konsumsi vitamin C tidak diperlukan. Sass menegaskan bahwa faktor waktu dan gaya hidup lebih memegang peranan penting. Efek dari konsumsi vitamin C akan lebih besar terhadap daya tahan tubuh, apabila seseorang mengonsumsinya setiap hari secara rutin. Bukan semata-mata hanya ketika orang tersebut sudah terlanjur terkena virus flu.
Faktanya, vitamin C sangat penting untuk fungsi meningkatkan kekebalan tubuh dan berperan penting dalam proses penyembuhan luka. "Tapi cara terbaik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh Anda kuat adalah dengan pola makan sehat, termasuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian secara rutin," ungkap Sass.
Yang terjadi justru sebaliknya, Sass menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat masih jarang memenuhi kebutuhan vitamin C hariannya. Terutama dari sumber alami seperti sayur dan buah. Padahal seperti dijelaskan sebelumnya, konsumsi vitamin C harian sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.
Selain dari jeruk, sumber vitamin C yang baik juga bisa didapat dari paprika, brokoli, kubis, kiwi, stroberi, pepaya, nanas, dan blewah.
Baca juga: Sedang Musim Flu dan Batuk, Yuk Cegah dengan Buah Pepaya dan Belimbing
(ajg/up)











































