Menurut Psychology Today, Rabu (19/7/2017), tindakan bully bahkan bisa saja terjadi sejak bayi berada di rumah sakit. Umumnya, di rumah sakit memang sering sekali mendengar suara tangisan bayi entah karena takut, marah, panik atau pun merasakan sakit. Hal ini terjadi karena mereka dipisahkan dari ibunya, diletakan di kasur dengan tidak terlalu lembut atau memapar mereka dengan sinar yang membuat bayi merasa kurang nyaman.
Meskipun begitu, masih banyak orang tua yang kurang sensitif terhadap tangisan yang dikeluarkan mahluk yang baru saja lahir ke dunia itu. Sehingga, sering kali terciptanya pemikiran yang salah bahwa boleh saja membiarkan bayi yang menangis saat berada di rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Sorak-sorai ketika Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Di-bully
Selain itu, tindakan bully juga bisa saja terjadi secara langsung. Seperti dikutip dari WOWT News, bully pada bayi mungkin saja berlangsung lewat sosial media. Misalnya adalah yang menimpa Brody, bayi dari Sara Heller.
Brody memang terlahir dengan kondisi bibir yang sumbing, namun tidak mengurangi kelucuannya sebagai bayi. Sara yang bangga dengan anaknya pun sering mengunggah foto sang buah hati ke Facebook. Akan tetapi, banyak komentar dengan nada negatif yang dialamatkan pada Brody.
'Apa yang salah dari muka anakmu?' komentar seperti itu tak jarang diterima oleh Sara. Namun ia hanya terus berusaha untuk memberikan edukasi kepada yang lain bahwa hal ini bukanlah hal yang besar dan tidak akan membedakan Brody dari bayi yang lain. Sara pun hanya ingin fokus membesarkan Brody menjadi anak yang hebat tanpa peduli cacian yang ditujukan pada bayinya.
"Aku berharap dia akan terus menjadi anak lelaki spesial kamu dan suatu hari nanti dia akan melakukan hal yang luar biasa untuk seseorang," pungkas Sara.
Baca Juga: Orang-orang Ini Juga Di-bully karena Berkebutuhan Khusus (ajg/up)











































