detikhealth

Fakta-fakta Dumolid, Obat Penenang yang Menjerat Tora Sudiro

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Jumat, 04/08/2017 08:04 WIB
Fakta-fakta Dumolid, Obat Penenang yang Menjerat Tora SudiroFakta-fakta mengenai obat penenang yang dikonsumsi Tora Sudiro. Foto: Dok. Ist
Jakarta, Baru-baru ini pasangan selebritis, Tora Sudiro dan Mieke Amalia ditangkap polisi dengan barang bukti berupa 30 butir obat penenang Dumolid atau nitrazepam.

Nah, ada beberapa fakta penting yang perlu diketahui terkait obat Dumolid. Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, berikut fakta tentang obat Dumolid yang perlu diketahui.

1. Digunakan untuk mengatasi pasien insomnia yang mengalami depresi

Menurut psikiater Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera, dr Andri SpKJ, obat Dumolid termasuk dalam golongan benzodiazepine. Pada dasarnya obat Dumolid atau nitrazepam digunakan untuk mengatasi pasien insomnia yang mengalami depresi.

Baca juga: Tora Sudiro Ditangkap dengan 30 Butir Dumolid, Obat Apakah Itu?

2. Sering disalahgunakan

Entah mengapa obat Dumolid sering disalahgunakan sebagai obat penenang ilegal. Padahal, mengonsumsi obat Dumolid tidak sesuai indikasi bisa menimbulkan rasa nyaman dan tenang.

"Efek awal menggunakan Dumolid itu sebenarnya menimbulkan efek mengantuk yang luar biasa tapi nggak sampai tertidur. Lalu merasa tenang, enak dan nyaman," ucap dokter berkacamata ini.

3. Bikin orang ketergantungan

Selain mendapatkan rasa nyaman dan tenang, penyalahgunaan obat Dumolid dapat menimbulkan efek negatif pada tubuh. Misalnya menyebabkan ketergangtungan hingga sulit tidur. Saat penggunaan obat Dumolid diberhentikan, seseorang juga akan mengalami kecemasan dan gejala putus obat, seperti panas dingin.

"Ngatasin ketergantungan dan muncul gejala kecemasan ya harus setop obatnya. Bisa juga ganti obat penenang lain, substitusi atau turunin dosis agar lebih aman," kata dr Andri.

4. Sudah jarang dipakai dokter

"Itu obat Dumolid biasa dari resep dokter. Tapi sekarang sulit ditemukan dan jarang digunakan karena sudah nggak ada," imbuh dr Andri.

Ia menjelaskan, sudah lebih dari tiga tahun obat Dumolid jarang ditemukan di apotek hingga rumah sakit. Ironisnya, obat yang termasuk psikotropika golongan IV ini bisa ditemukan dengan mudah di lapak-lapak online. Beberapa situs menawarkan obat buatan Actavis Indonesia ini dengan harga sekitar Rp 130.000 - 150.000 tiap 1 strip isi 10 tablet.

Baca juga: Waduh, Obat Keras Dumolid Banyak Dijual Online!(up/up)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit