detikhealth

Dengan Cara Ini, Perbaiki Saraf Kejepit Tak Perlu Operasi Besar

Erika Kurnia - detikHealth
Jumat, 15/09/2017 20:03 WIB
Dengan Cara Ini, Perbaiki Saraf Kejepit Tak Perlu Operasi BesarOperasi minimal invasif untuk saraf kejepit sudah hadir di Indonesia. Foto: Instagram/@beautybydrcat
Jakarta, Masalah saraf kejepit adalah mimpi buruk bagi banyak penderitanya, karena nyeri punggung bawah akan dirasakan berkepanjangan dan membuat penderitanya harus menjalani operasi jika sudah terlanjur parah.

Saraf kejepit disebabkan oleh tonjolan abnormal dari bantalan tulang yang menekan saraf-saraf di tulang belakang. Masalah yang disebut herniasi diskus vertebralis ini akan memicu sensasi nyeri, baal, hingga kelemahan di bagian tubuh yang terpengaruh saraf yang terjepit. Operasi adalah jalan terakhir untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Sayangnya, menurut dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, tindakan operasi sering ditakutkan karena banyak hal. Selain karena pasien umumnya takut menjalani operasi besar, risiko kegagalan metode operasi konvensional juga cukup besar.

Baca juga: Ini Gejala-Gejala Saraf Kejepit yang Perlu Diperhatikan

"Namun, sekarang sudah ada teknik minimal invasif, yang baru masuk ke Indonesia sekitar pertengahan 2017 ini, dengan teknik endoskopi. Dunia kedokteran sekarang lebih memilih metode ini karena meminimalkan cedera atau komplikasi, untuk efisiensi biaya, dan mempercepat kesembuhan pasien," ungkap pakar dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Onta Merah, dalam seminar media, di Jakarta, baru-baru ini.

Prosedur operasi minimal invasif untuk kasus ini salah satunya disebut Percutaneous Lumbar Disectomy (PELD) yang dilakukan melalui prosedur endoskopi. Operasi ini hanya dilakukan dengan membuat sayatan kecil sebesar 7 mm, bahkan ada yang hanya 4 mm. Hanya alat-alat canggih dan super kecil seperti kamera, selongsong, penjepit yang digunakan untuk operasi ini.

"Alat-alat kecil tersebut bisa dengan mudah menyasar foramen atau daerah yang kaya persarafan di tulang belakang. Di lokasi inilah tempat yang kemungkinan banyak terjadi jepitan saraf yang menimbulkan rasa nyeri pada pasien," jelas dr Mahdian.

PELD juga biasa disebut dengan teknik 'stich less surgery' atau operasi yang hanya membutuhkan sedikit jahitan. "Tidak seperti operasi konvensional, operasi minimal invasif ini hanya memerlukan sedikit sayatan sehingga lukanya hanya perlu ditutup dengan satu dua jahitan, atau bahkan tidak perlu dijahit sama sekali," katanya.

Metode minimal invasif yang juga mulai banyak dikembangkan untuk tindakan operasi bagian manapun di tubuh ini memang ditujukan untuk mengurangi banyak keuntungan. Dalam hal operasi saraf kejepit ini, manfaat metode operasi minimal infasif PELD adalah hanya memerlukan bius lokal, operasi berlangsung cepat yaitu sekira 45 menit, pendarahan minimal, masa perawatan 1-2 hari, pasien lebih cepat pulih dan beraktivitas, risiko kambuh kecil, dan tidak memicu perlengketan atau infeksi pasca operasi.

Perlu diketahui, masalah saraf kejepit bisa terjadi karena faktor usia, aktivitas berat, atau kecelakaan yang mencederai tulang belakang, khususnya tulang belakang bawah. Risiko herniasi diskus vertebralis bisa dialami semua usia, namun paling banyak ditemui pada orang dewasa berusia 21-60 tahun.

Baca juga: Olahraga untuk Pasien Saraf Terjepit(fds/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit