"Selagi dia minum kopi, bukan makan bubuk kopinya doang ya pasti bisa menghidrasi," kata Prof Dr Hardinsyah, MS, seorang pakar gizi dan Guru Besar Fakultas Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) seraya tertawa kecil.
Namun tentu, kopi tidak bisa menggantikan peranan air putih secara menyeluruh. Sebab, menimang dari beberapa aspek, air putih punya keunggulan dibandingkan kopi sebagai sumber cairan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, untuk orang-orang yang sensitif, minum setengah cangkir kopi saja sudah menimbulkan efek yang kurang nyaman (jantung berdebar), karena itu otomatis asupan kopinya tidak bisa banyak.
Baca juga: Waktu yang Tepat untuk Minum Kopi
Dibandingkan dengan air putih, tentu konsumsinya bisa lebih banyak (hingga 2 liter) karena tidak memiliki zat-zat yang akan menimbulkan masalah kesehatan.
"Kalau atlet minum bisa sampai 5 liter bahkan. Tapi kalau orang biasa minum air juga ga boleh banyak-banyak juga, nanti masalah kesehatan lainnya juga bisa timbul (overhidrasi)," tambahnya.
Dari segi lain yakni masalah ekonomis, tentu kopi akan lebih mahal dari air putih. Waktu yang dihemat juga jauh lebih banyak untuk menenggak air putih dibandingkan minum kopi jika harus diracik dulu.
Namun bagaimana pun, kopi juga punya keunggulan. Seperti kandungan kafeinnya yang merupakan antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas dalam tubuh.
"Kopi juga lebih menggugah selera karena cita rasa yang ditawarkan," ujar Profesor yang juga ternyata menggemari kopi ini.
Baca juga: Doyan Minum Kopi? Ini Sederet Manfaatnya Bagi Kesehatan Kulit (ajg/fds)











































