detikhealth

Imunoterapi, Pengobatan Kanker yang Minim Efek Samping

Azmy Cahya Ramadhaniar - detikHealth
Jumat, 24/11/2017 18:04 WIB
Imunoterapi, Pengobatan Kanker yang Minim Efek SampingUntuk menangani pasien kanker paru, imunoterapi ditawarkan menjadi alternatif pengobatan selain kemoterapi dan radioterapi. (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Imunoterapi menjadi metode yang terus dikembangkan sebagai pengobatan kanker. Sejumlah peneliti percaya, cara untuk mengalahkan sel kanker adalah dengan memperkuat sel imun tubuh pasien itu sendiri. Metode ini diklaim punya efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan terapi lainnya seperti kemoterapi.

Imunoterapi adalah pengobatan dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mengatasi penyakit tertentu, seperti kanker paru. Tujuannya untuk mencegah interaksi antara sel T milik sistem imun dan tumor. Saat tumor dan sel T berinteraksi, sebuah protein di tumor yang disebut Programmed Death-Ligand 1 (PD-L1) melumpuhkan sel T sehingga sel-sel imun tidak dapat mengenali dan membunuh sel-sel kanker.

Menurut dr Elisna Syahruddin SpP (K) PhD, dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan RS Persahabatan, imunoterapi telah menjadi bagian penting dalam pengobatan kanker, terutama paru, malah potensinya lebih besar ketimbang pendekatan pengobatan yang ada sekarang.

Baca juga: Mengenal Imunoterapi, Pengobatan Mutakhir untuk Kanker Stadium Lanjut

Kanker paru sendiri merupakan jenis kanker yang angka harapan hidupnya rendah karena penyakitnya baru dideteksi di stadium lanjut. Kini tersedia pilihan pengobatan terbaru untuk kanker paru, yakni imunoterapi yang terbukti bisa meningkatkan harapan hidup pasien.

"Dulu imunoterapi untuk kanker sebelumnya tidak ada. Tetapi kini pengobatannya sudah menjadi terapi standar. Bahkan di Amerika Serikat, FDA (Food and Drug Administration) sudah menyetujuinya sebagai pengobatan lini pertama," kata dr Elisna saat ditemui detikHealth, Jumat (24/11/2017).

Baca juga: Imunoterapi Vs Kemoterapi, Lebih Baik Mana?

Keuntungan memilih metode ini adalah sangat minimnya efek samping dan tidak menimbulkan toksisitas. Berbeda dengan kemoterapi yang ikut membunuh sel tubuh yang sehat dan memiliki efek samping seperti membuat rambut rontok, mual, serta muntah.

"Sedangkan imunoterapi sendiri memang efek sampingnya lebih ringan daripada efek terapi lainnya." tambah dr. Elisna.

Namun, imunoterapi ini belum tentu bisa digunakan untuk semua jenis kanker. Beberapa jenis kanker mungkin tidak merespons sama sekali pemberian terapi ini. Meski demikian, dr. Elisna percaya ilmu pengetahuan akan terus berkembang sehingga penyakit kanker benar-benar bisa dikalahkan.

Baca juga: Studi: Imunoterapi Berpotensi Gantikan Kemoterapi dalam 5 Tahun ke Depan(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close