detikhealth

Difteri Paling Mudah Menular Lewat Bersin

Azmy Cahya Ramadhaniar - detikHealth
Senin, 04/12/2017 19:17 WIB
Difteri Paling Mudah Menular Lewat BersinCipratan liur dalam bersin dapat membantu menyebarkan difteri. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta, Saat ini Indonesia sedang memerangi wabah penyakit difteri. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) karena jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphteriae tersebut telah banyak memakan korban jiwa, setidaknya di 20 provinsi di Tanah Air.

"Kebanyakan penyakit difteri yang menyerang tenggorokan ini yang mewabah di beberapa provinsi Indonesia. Ini perlu kita waspadai bersama. Bahkan, begitu satu orang ditemukan positif difteri, hal ini sudah termasuk kategori kejadian luar biasa (KLB)," kata dokter spesialis anak yang berpraktik di Kramat Jati, dr Arifianto, SpA.

Difteri merupakan penyakit menular yang membahayakan. Penularan difteri bisa terjadi karena percikan ludah orang yang mengidap penyakit tersebut mengenai orang lain yang belum terjangkit.

Baca juga : Komentari KLB Difteri, IDAI: Galau Vaksin Bisa Buat Wabah Bangkit Lagi

"Ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk, mereka akan melepaskan uap air yang terkontaminasi dan memungkinkan orang di sekitarnya terpapar bakteri tersebut. Bila terhirup oleh orang-orang di sekitarnya, bakteri ini dengan cepat menyebar, apalagi jika area tersebut padat dengan orang," tambahnya.

Ia menjelaskan, penularan penyakit difteri bisa dengan kontak langsung maupun tidak langsung. Percikan air ludah yang berterbangan saat penderita berbi­cara, batuk atau bersin membawa serta kuman-kuman difteri. Apalagi lingkungan yang kotor bisa menyebabkan difteri lebih mudah lagi menyerang anak-anak.

"Mulai pernapasan, kuman masuk kedalam tubuh orang di sekitarnya, maka akan terjadi penularan penyakit dari seorang penderita ke orang-orang di seki­tar­nya. Selain itu, bisa ditularkan melalui benda atau makanan yang telah terkon­taminasi," jelasnya lagi.

Menurutnya gejala penyakit difteri seperti demam, batuk, pilek ringan, terjadi disebabkan pembengkakan pada tenggorokan. Tanda­nya seperti sakit ketika menelan, keluar cairan dari hidung, sakit kepala, adanya pembentukan selaput di tenggorokan berwarna putih ke abu-abuan kotor, serta kesulitan bernafas. Gejala tersebut akan muncul 2-5 hari setelah terinfeksi tetapi bisa juga muncul setelah 10 hari kemu­dian.

Baca juga : Menkes Sebut Jika KLB Difteri, Harus Ada Imunisasi Lagi(ask/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close