detikhealth

Kemenkes Sebut 66 Persen Kasus Difteri Akibat Tak Diimunisasi

Azmy - detikHealth
Kamis, 07/12/2017 11:52 WIB
Kemenkes Sebut 66 Persen Kasus Difteri Akibat Tak DiimunisasiFoto: Infografis
Jakarta, Indonesia saat ini tengah memerangi wabah difteri. Menurut catatan Kementerian Kesehatan RI, sebagian besar pengidapnya tidak diimunisasi.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr Mohammad Subuh menjelaskan bahwa dari 593 kasus yang sudah terdata, dan terdapat 32 angka kematian akibat difteri. Kemudian ia juga menerangkan tiga kriteria dari kasus difteri.

"Ada tiga kriteria dari kasus difteri ini. Yang pertama 66 persen tidak ada imunisasi sama sekali, 31 persen tidak lengkap dalam pemberian imunisasi, dan 3 persen imunisasi lengkap," ungkap dr Subuh.

Baca juga: Difteri Juga Menyerang Jawa Barat, Terbanyak Purwakarta dengan 27 Kasus

Meskipun ada beberapa yang masih mengidap difteri setelah dilakukan imunisasi, menurutnya hanya sedikit yang terkena lagi.

"Masih ada kemungkinan penyakit tersebut tetap ada pada mereka yang sudah diimunisasi, karena kuman ada dimana-mana, akibat dari lingkungan kuman di sekelilingnya yang banyak, jadi daya tahan tubuhnya lemah. Tapi, ini hanya 3 persen di antara total yang sudah diimunisasi," jelas Subuh.

Menurut catatan Kemenkes, kasus difteri yang mewabah ini tidak lagi memandang usia. Sebab, usia kanak-kanak hingga dewasa sudah tercatat masuk ke dalam kasus KLB ini.

"Paling muda pada usia 3,5 tahun dan tertua pada usia 45 tahun. Diingat juga, saat ini difteri tidak lagi tergantung musim karena laporan yang kami terima dicatat sepanjang Januari hingga November," terangnya.

Untuk itu, Subuh menekankan pentingnya lakukan imunisasi lengkap serta mengikuti penangan ORI (Outbreak response Immunization) yang diberikan Kemenkes pada 11 desember 2017 mendatang.

"Imunisasi harus dilakukan, saya mengharapkan tidak ada lagi yang menolak untuk outbreak response immunization (ORI) nanti," tutupnya.

Baca Juga: Difteri Mewabah, Kemenkes Gelar Imunisasi Serentak di 3 Provinsi

(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close