detikhealth

Pengalaman Traumatis Tingkatkan Kekambuhan Migraine dan Sakit Kepala

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Rabu, 03/01/2018 11:06 WIB
Pengalaman Traumatis Tingkatkan Kekambuhan Migraine dan Sakit KepalaMengalami kejadian traumatis bisa membuat seseorang terguncang jiwanya. Dampak lainnya, kekambuhan sakit kepala dan migraine bisa jadi lebih sering. Foto: iStock
Jakarta, Mengalami kejadian traumatis bisa membuat seseorang terguncang jiwanya. Dampak lainnya, kekambuhan sakit kepala dan migraine bisa jadi lebih sering.

Hal ini dibuktikan oleh studi yang dilakukan Dr Synne Stensland dari Norwegian Centre for Violence and Traumatic Stress Studies, University of Oslo. Dampak kekerasan dan pengalaman traumatis tidak hanya meninggalkan luka psikologis, namun juga memengaruhi fisik korban.

Baca juga: Studi: Peristiwa Traumatis Buat Otak Menua 4 Tahun Lebih Cepat

Penelitian dilakukan kepada penyintas tragedi penembakan di kamp musim panas Norwegian Labor Party pada tahun 2011. 358 Orang selamat, namun 69 orang lainnya meninggal dan 33 luka berat akibat tembakan yang dilakukan oleh pelaku yang menyamar sebagai polisi.

Peneliti lalu melihat hubungan antara sakit kepala dan migraine yang dirasakan para penyintas dengan kondisi psikologis mereka 3 tahun setelah kejadian. Hasilnya, para penyintas mengalami sakit kepala dan migrain yang lebih sering 3 kali lebih banyak daripada populasi normal.

Dampak lebih parah terlihat pada penyintas wanita, yang bisa mengalami sakit kepala atau migraine 3 kali dalam seminggu. Semakin tinggi keparahan psikologis, semakin sering pula migraine dan sakit kepala menyerang.

"Kami terkejut. Hubungan antara teror dan sakit kepala sangat kuat. Penelitian ini membuka tabir baru hubungan antara nyeri fisik dengan luka psikologis," ujar Stensland, dalam studi yang diterbitkan di jurnal Neurology ini, dikutip dari Reuters.

Peneliti menduga bahwa faktor stres yang terjadi akibat pengalaman traumatis memegang peranan besar dalam kekambuhan migraine dan sakit kepala. Jika dibiarkan, dampaknya bisa meluas hingga mengganggu sistem metabolik, imun hingga endokrin.

Baca juga: Sering Trauma, Anak Lebih Rentan Kena Penyakit Kronis Saat Dewasa

(mrs/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close