Ingin Coba Diet Keto? Ini 4 Hal yang Wajib Kamu Ketahui (1)

Ingin Coba Diet Keto? Ini 4 Hal yang Wajib Kamu Ketahui (1)

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Jumat, 27 Jul 2018 13:30 WIB
1.

Ingin Coba Diet Keto? Ini 4 Hal yang Wajib Kamu Ketahui (1)

Ingin Coba Diet Keto? Ini 4 Hal yang Wajib Kamu Ketahui (1)
Meski masih jadi perdebatan, diet keto masih populer dilakukan untuk menghilangkan kelebihan berat badan. Foto: thinkstock
Jakarta - Diet keto memang masih jadi perdebatan. Namun kemampuannya mengurangi kelebihan berat badan badan tak bisa disangkal.

Popularitas diet keto pun semakin meningkat, dengan selebriti seperti Kourtney Kardashian yang mengaku sudah rutin menjalankan diet keto.

"Tujuan diet keto adalah fase ketosis, di mana tubuh tak lagi menggunakan karbohidrat dan glukosa untuk menjadi energi, melainkan dari lemak," ujar McHel Hill, pakar diet dan pendiri Nutrition Stripped.

Kamu tertarik mencoba? Jangan asal melakukannya. Dikutip dari Business Insider, berikut 4 hal yang wajib kamu ketahui soal diet keto, bagian pertama.

Ketika melakukan diet keto dan sudah memasuki fase ketosis, maka nafsu makan akan sangat berkurang, sehingga waktu makan tidak lagi 3 kali per hari.

Kristen Mancinelli, MS, RD, penulis The Ketogenic Diet menyebut nafsu makan berkurang terjadi pada rentang berbeda untuk setiap orang, bisa setelah beberapa hari melakukan keto, atau bahkan beberapa minggu.

"Jika Anda melakukannya dengan benar, maka tidak akan lagi ada waktu makan pagi, siang, dan malam yang tetap. Anda mungkin hanya akan makan ketika merasa lapar, itu pun maksimal 2 kali sehari," tandasnya.

Inti dari diet keto adalah memperbanyak asupan lemak dan mengurangi asupan karbohidrat. Sayangnya, tak semua orang bisa setiap hari makan daging atau ikan.

Nah, Mancinelli mengatakan solusi mudah meningkatkan kadar lemak dalam asupan makanan adalah dengan minyak alpukat atau minyak zaitun. Minyak alpukat dan minyak zaitun mengandung lemak baik yang tinggi.

"Ketika bicara lemak, yang dimaksud adalah lemak baik, bukan bacon, sosis, dan mentega. Lemak-lemak seperti ini justru bisa meningkatkan tekanan darah dan kurang baik bagi jantung," ujarnya.

Salah satu miskonsepsi dalam diet keto adalah memperbanyak asupan protein. Padahal menurut Mancinelli, ini merupakan kesalah pahaman.

Mengonsumsi protein terlalu banyak justru menghambat proses ketosis, sehingga berat badan tidak turun sesuai harapan. Solusinya, kurangi konsumsi daging merah Anda.

"Jika kamu biasa makan steak dengan porsi 150 gram, maka kurangi setengahnya. Protein yang terlalu banyak akan membuat tubuh sulit mencapai fase ketosis, sehingga lemak tubuh terbakar lebih lambat," paparnya lagi.

Perubahan pola makan dengan diet keto akan sangat terasa, apalagi bagi orang Indonesia yang sehari-harinya makan nasi. Di fase awal, menjalankan diet keto akan sangat sulit.

Mancinelli mengatakan untuk hasil yang maksimal, diet keto harus dilakukan secara perlahan. Jangan langsung memulai dengan tidak memakan karbohidrat sama sekali, namun kurangi dulu porsinya.

"Mulailah dengan mengurangi asupan karbohidrat 20 gram. Jika sudah bisa, kurangi lagi 20 gram sampai target yang diharapkan. Awalnya mungkin akan sangat sulit, dan tubuh lemas. Tapi setelah itu, badan justru terasa lebih ringan dan pikiran lebih jernih," tandasnya.