Tidak hanya itu, kebingungan masyarakat mengenai halal-haramnya vaksin, membuat mereka enggan untuk melakukan vaksinasi.
Hal inilah yang mendorong Grace Melia, seorang wanita dengan anak berkebutuhan khusus mendirikan Komunitas Rumah Rubella di Jakarta dan Yogyakarta. Tujuannya guna meningkatkan melek pengetahuan masyarakat, betapa pentingnya vaksin MR (Measles dan Rubella).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vaksin MR, merupakan salah satu cara untuk menurunkan angka pengidap campak Jerman atau Rubella. Penyakit ini merupakan infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah berbentuk bintik-bintik pada kulit disertai dengan demam tinggi.
Jika kondisi ini terjadi pada ibu hamil, efek yang terjadi adalah adanya kemungkinan kematian janin atau cacat bawaan alias Congenital Rubella Syndrome.
Grace, sapaannya, menyebut memang sulit untuk terus mengampanyekan di tengah-tengah merebaknya hoax. Namun ia tetap gigih untuk mengadvokasikan dengan mengajak tokoh-tokoh agama sebagai pendekatan ke masyarakat.
Bahkan upayanya ini juga didukung oleh Kementerian Kesehatan RI dengan program vaksin MR pada Agustus 2018 mendatang. "Lakukanlah imunisasi MR, jangan mudah termakan berita hoax," tutupnya.











































