Jakarta -
Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) jatuh setiap tanggal 29 September. Di momen spesial ini, ada baiknya bagi kita untuk mengingat lagi pentingnya menjaga kesehatan tubuh agar terhindari dari risiko penyakit kardiovaskular.
Health Claim Senior Manager Sequis dr Yosef Fransiscus mengingatkan kita mengenai hal-hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuhmu. Apa saja? Simak selengkapnya di sini.
Kontrol secara berkala
Foto: thinkstock
|
Dengan apa? melakukan tes darah dong untuk mengetahui kadar natrium, kalium, albumin dan kreatinin.
"Tes darah untuk memeriksa kadar kadar natrium, kalium, albumin dan kreatinin Anda merupakan salah satu hal yang saya sarankan untuk mendeteksi dini penyakit jantung. Tingkat abnormal bisa menunjukkan masalah dengan organ seperti ginjal dan hati, tanda-tanda gagal jantung. Tes darah juga dapat mengukur kadar kolesterol Anda yang berpengaruh pada kesehatan jantung," ujar dr Yosef.
Olahraga yang rutin bos!
Foto: Thinkstock
|
Olahraga adalah bentuk preventif penyakit kardiovaskular, sebanyak tiga hingga lima kali seminggu dengan durasi sekitar 60 menit (1 jam) adalah yang dianjurkan oleh dr Yosef. Sebaiknya jangan memilih olahraga yang terlalu berat untuk dijadikan olahraga rutin. Karena pada pasien jantung olahraga kompetitif dapat memicu terjadinya peningkatan tekanan darah."Olahraga punya batas toleransi. Jika sudah pernah terkena penyakit jantung maka sebaiknya menghindari olahraga yang kompetitif seperti futsal, basket, tenis dan sejenisnya. Pada pasien jantung sebaiknya olahraga yang terarah, terukur dan low impact seperti yoga, pilates, sepeda, jalan sehat dan berenang. Olahraga yang dapat memicu pelepasan hormon endorfin tersebut adalah olahraga terbaik bagi penyakit jantung. Tentunya untuk intensitasnya juga disesuaikan dengan kemampuan masing-masing," jelasnya.
Perhatikan pola makan
Foto: iStock
|
Pola makan yang lebih banyak serat dengan lebih banyak mengonsumsi serat dan protein nabati ketimbang karbohidrat dan lemak dianjurkan oleh dr Yosef. Jangan lupa untuk mengurangi penggunaan garam, gula dan minum air mineral sekurangnya 3 liter sehari.Puasa makan satu kali dalam seminggu juga disarankan oleh dokter Yosef untuk memberikan kesempatan lambung dan usus bersih alami dan dapat memproses makanan dengan lebih baik.
Dengan apa? melakukan tes darah dong untuk mengetahui kadar natrium, kalium, albumin dan kreatinin.
"Tes darah untuk memeriksa kadar kadar natrium, kalium, albumin dan kreatinin Anda merupakan salah satu hal yang saya sarankan untuk mendeteksi dini penyakit jantung. Tingkat abnormal bisa menunjukkan masalah dengan organ seperti ginjal dan hati, tanda-tanda gagal jantung. Tes darah juga dapat mengukur kadar kolesterol Anda yang berpengaruh pada kesehatan jantung," ujar dr Yosef.
Olahraga adalah bentuk preventif penyakit kardiovaskular, sebanyak tiga hingga lima kali seminggu dengan durasi sekitar 60 menit (1 jam) adalah yang dianjurkan oleh dr Yosef. Sebaiknya jangan memilih olahraga yang terlalu berat untuk dijadikan olahraga rutin. Karena pada pasien jantung olahraga kompetitif dapat memicu terjadinya peningkatan tekanan darah.
"Olahraga punya batas toleransi. Jika sudah pernah terkena penyakit jantung maka sebaiknya menghindari olahraga yang kompetitif seperti futsal, basket, tenis dan sejenisnya. Pada pasien jantung sebaiknya olahraga yang terarah, terukur dan low impact seperti yoga, pilates, sepeda, jalan sehat dan berenang. Olahraga yang dapat memicu pelepasan hormon endorfin tersebut adalah olahraga terbaik bagi penyakit jantung. Tentunya untuk intensitasnya juga disesuaikan dengan kemampuan masing-masing," jelasnya.
Pola makan yang lebih banyak serat dengan lebih banyak mengonsumsi serat dan protein nabati ketimbang karbohidrat dan lemak dianjurkan oleh dr Yosef. Jangan lupa untuk mengurangi penggunaan garam, gula dan minum air mineral sekurangnya 3 liter sehari.
Puasa makan satu kali dalam seminggu juga disarankan oleh dokter Yosef untuk memberikan kesempatan lambung dan usus bersih alami dan dapat memproses makanan dengan lebih baik.
(ask/up)