Kemenkes: Ketersediaan Obat di Palu dan Donggala Masih Cukup

Kemenkes: Ketersediaan Obat di Palu dan Donggala Masih Cukup

Rosmha Widiyani - detikHealth
Minggu, 30 Sep 2018 14:40 WIB
Kemenkes: Ketersediaan Obat di Palu dan Donggala Masih Cukup
Suasana di RS. Bhayangkara, Palu, Sulawesi Tengah. Foto: Pradita Utama
Jakarta - Kementerian Kesehatan menyatakan, stok berbagai jenis obat di lokasi gempa bumi dan tsunami masih mencukupi. Pemerintah telah berkoordinasi dengan wilayah terdekat yang tidak terkena bencana, untuk memastikan ketersediaan obat. Wilayah tersebut antara lain Kabupaten Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, dan Palopo.

Wilayah tersebut siap mengirim obat ke lokasi bencana sesuai keperluan korban bencana. Kendati begitu, instalasi farmasi pusat juga sanggup menyediakan obat setiap saat. "Kemenkes akan memperkuat sesuai kebutuhan," kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek dalam siaran pers yang diterima detikHealth, Minggu (30/9/2018).


Selain itu, Kemenkes telah mengirimkan tim rapid health assessment (RHA) ke lokasi, untuk melakukan kajian cepat situasi dan layanan kesehatan. Kemenkes telah mengirim tim gelombang pertama dari RSUP Kandou Manado dan RSUP Wahidin Makasar, yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, dan perawat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim selanjutnya berasal dari RSUP dr Kariadi, Semarang, RSUP dr Sarjito, Yogyakarta, RSUP Hasan Sadikin, Bandung, dan RSUP dr M. Hoesin, Palembang. Kemenkes juga mengirim 30 orang tim Nusantara Sehat ke wilayah terdampak bencana gempa bumi dan tsunami.

Nila mengatakan, pihaknya menangani bencana secepatnya dengan mendahulukan kapasitas daerah. Pengiriman tenaga medis dan sumber daya kesehatan akan menyesuaikan dengan kebutuhan daerah. Tenaga kesehatan yang telah dikirim akan terus bersiaga di lokasi kejadian atau terdampak bencana, hingga ada instruksi lebih lanjut.

(Rosmha Widiyani/up)

Berita Terkait